Dampak Nyata Perubahan Iklim, Frekuensi Hujan Ekstrem di Jakarta Meningkat

Kompas.com - 27/03/2020, 20:02 WIB
ilustrasi hujan lebat Wavebreakmedia Ltdilustrasi hujan lebat

 KOMPAS.com - Perubahan iklim secara global berpengaruh langsung terhadap ekstremnya cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Jakarta.

Tak heran World Meteorological Organization (WMO) atau organisasi cuaca dan iklim dunia telah mengkampanyekan aksi nyata dalam mengurangi emisi karbondioksida untuk menahan laju kenaikan temperatur global.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati MSc menyampaikan bahwa kampanye aksi nyata kurangi emisi karbondioksida ini merupakan bentuk kepedulian kita dalam penanganan perubahan cuaca dan iklim.

Baca juga: 5 Pertanyaan Paling Umum tentang Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang dari distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun.

"Bisa diartikan sebagai perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata," kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya terkait "Climate and Water di Hari Meteorologi Dunia ke-70", Senin (23/3/2020).

Seorang ibu membopong anaknya melewati banjir di rumahnya di Pekalongan Ulet Ifansasti/Getty Images Seorang ibu membopong anaknya melewati banjir di rumahnya di Pekalongan

Dicontohkan oleh Dwikorita, jumlah peristiwa cuaca ekstrem bisa semakin banyak atau semakin sedikit. Perubahan iklim dapat terjadi secara lokal, terbatas hingga regional tertentu, atau dapat terjadi di seluruh wilayah permukaan bumi.

Perubahan cuaca dan iklim di Jakarta

Di wilayah Indonesia, Dwikorita mengambil contoh wilayah Jakarta yang telah tampak pengaruhnya terhadap perubahan iklim.

Dari data historis curah hujan di Jakarta selama 120 tahun yang dikumpulkan oleh BMKG, teridentifikasi adanya tren intensitas dan frekuensi hujan ekstrem yang semakin tinggi.

Intensitas dan frekuensi hujan ekstrem ini berkorelasi dengan kejadian banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sejak 30 tahun terakhir yaitu pada tahun 1990-an.

Baca juga: Banjir Jakarta Akibat Perubahan Iklim, Ini Upaya yang Bisa Dilakukan

Intensitasnya melonjak hingga mencapai 377 mm per hari pada tahun ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X