Kompas.com - 11/03/2020, 13:42 WIB
Ilustrasi diet rendah karbohidrat Ilustrasi diet rendah karbohidrat


KOMPAS.com - Penuaan dapat memberikan banyak pengaruh pada otak. Mencegah kerusakan otak di masa tua, ilmuwan temukan manfaat diet rendah karbohidrat.

Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti di Stony Brook University di New York, kerusakan otak akibat penuaan dapat diperbaiki melalui perubahan pola makan.

"Perubahan neurobiologis yang terkait dengan penuaan dapat dilihat pada usia yang jauh lebih muda, pada akhir 40-an," kata Lilianne R Mujica-Parodi, seorang profesor di Departemen Teknik Biomedis Stony Brook University seperti melansir The Guardian, Rabu (11/3/2020).

Dengan memeriksa hasil pemindaian otak, para peneliti menemukan, jalur saraf otak mulai memburuk pada akhir usia 40 tahun.

Baca juga: Ahli: Diet Tinggi Serat dan Yogurt Bisa Kurangi Risiko Kanker Paru

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu diyakini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, bukan berarti hal ini tidak dapat diperbaiki atau dicegah.

Mujica-Parodi mengatakan penelitian ini juga menunjukkan proses tersebut dapat dicegah atau dibalikkan dengan merubah pola makan. Terutama pola makan dengan meminimalkan konsumsi karbohidrat sederhana.

Untuk memahami bagaimana diet memengaruhi penuaan otak, para peneliti mengamati orang-orang muda yang otaknya tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Itu adalah periode di mana pencegahan terhadap kerusakan otak di akhir usia 40 tahun mungkin paling efektif untuk dilakukan.

Baca juga: Dari Tupai, Ilmuwan Pelajari Cara Cegah Kerusakan Otak Saat Stroke

Peneliti melakukan pemindaian otak pada hampir 1.000 orang yang berusia antara 18 sampai 88 tahun. Mereka kemudian menemukan kerusakan pada jalur saraf dipercepat tergantung dari mana otak mendapatkan asupan energinya.

Dari hasil pemindaian tersebut, peneliti juga menemukan glukosa telah menurunkan stabilitas jaringan otak.

Sementara ketone yang diproduksi oleh hati selama diet rendah karbohidrat dilakukan, justru membuat jaringan saraf otak lebih stabil.

"Apa yang kami temukan dari eksperimen ini memberikan kabar baik dan buruk. Kabar buruknya, kita melihat tanda-tanda awal penuaan otak yang jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya," ungkap Mujica-Parodi.

Kendati demikian, dengan penemuan ini memungkinkan untuk dilakukan pencegahan atau membalikkan efek ini dengan diet rendah karbohidrat.

"Yakni dengan menukar glukosa dengan ketone sebagai energi untuk neuron," imbuh Mujica-Parodi dalam penelitian yang diterbitkan dalam PNAS ini.

Mujica-Parodi menjelaskan, seiring bertambahnya usia, otak akan mulai kehilangan kemampuan untuk memetabolisme glukosa secara efisien. Hal itu menyebabkan neuron perlahan kelaparan dan jaringan otak menjadi tidak stabil.

Baca juga: Masih Muda Sudah Sering Lupa? Waspada Ada Kerusakan di Otak

 

Keton stabilkan jaringan saraf otak

Oleh karena itu, para peneliti mencoba menguji dengan memberi otak sumber bahan bakar yang efisien, dalam bentuk keton.

Di antaranya dengan mengikuti diet rendah karbohidrat, maupun meminum suplemen keton, sehingga dapat memberi energi yang lebih besar pada otak.

"Bahkan (saat diterapkan) pada individu yang lebih muda, energi tambahan ini semakin menstabilkan jaringan otak," jelas Mujica-Parodi.

Diet ketogenik adalah diet tinggi lemak dan protein, dan rendah karbohidrat, memaksa tubuh untuk membakar lemak daripada karbohidrat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.