Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puncak Mudik, 21.937 Kendaraan Lewati GT Benda Utama Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 08/04/2024, 09:44 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat, sebanyak 21.937 kendaraan melintasi Gerbang Tol (GT) Benda Utama menuju Bandara Soekarno-Hatta pada puncak arus mudik Lebaran atau 6 April 2024.

Jumlah kendaraan melintas ini naik 18,3 persen dibandingkan kondisi normal dengan 18.544 kendaraan.

Sementara di GT Cengkareng, tercatat 84.562 kendaraan melintas pada periode yang sama atau naik 9,62 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 77.143 kendaraan.

Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama arus mudik Lebaran, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) menyiagakan petugas di titik-titik krusial, khususnya di GT.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jalan, PT JKC juga menambah penggunaan mobile reader dari sebelumnya 9 unit menjadi 14 unit.

Dilakukan juga penambahan oblique approach booth (OAB) atau gardu miring dengan mobile reader sebanyak 4 lajur untuk menambah kapasitas transaksi di GT Benda Utama.

Baca juga: Ditargetkan Tuntas Akhir 2024, Ini Progres Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap 1

Untuk memastikan lalu lintas berjalan baik, PT JKC juga melakukan penyiagaan armada pelayanan seperti mobile customer service, mobil rescue, mobil derek, ambulans, hingga mobile pump untuk antisipasi genangan akibat perubahan cuaca.

Selain itu, PT JKC juga memastikan keberfungsian 59 unit CCTV, 2 unit speed camera, hingga 10 unit dinamic message sign (DMS).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Merancang Kamar Mandi di Rumah Anda

Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Merancang Kamar Mandi di Rumah Anda

Tips
Tips Memilih Ukuran Keset Kamar Mandi yang Tepat

Tips Memilih Ukuran Keset Kamar Mandi yang Tepat

Tips
AHY Jamin Kesiapan Lahan untuk Infrastruktur Air

AHY Jamin Kesiapan Lahan untuk Infrastruktur Air

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pamekasan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pamekasan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Mojokerto: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Mojokerto: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Diklaim Makin Progresif, Ini Perkembangan Proyek Tol Padang-Sicincin

Diklaim Makin Progresif, Ini Perkembangan Proyek Tol Padang-Sicincin

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karangasem: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karangasem: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klungkung: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klungkung: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Bank Mandiri Fasilitasi KPR Perumahan Citra Suwarna Group

Bank Mandiri Fasilitasi KPR Perumahan Citra Suwarna Group

Berita
[POPULER PROPERTI] AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

[POPULER PROPERTI] AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Buleleng: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Buleleng: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangli: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangli: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Dua Raksasa Properti Kembali Berkongsi Bangun Klaster Baru di BSD City

Dua Raksasa Properti Kembali Berkongsi Bangun Klaster Baru di BSD City

Berita
Jalan Terbentuknya Kementerian Perumahan, UU 39/2008 Perlu Direvisi

Jalan Terbentuknya Kementerian Perumahan, UU 39/2008 Perlu Direvisi

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com