Bereskan Banjir Sintang, Jokowi Janji Bangun Persemaian dengan Penghijauan

Kompas.com - 17/11/2021, 15:00 WIB
Warga berusaha menerobos jalan yang terendam banjir di Tanjung Puri, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (14/11/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan masih ada sebanyak 32.919 warga di tujuh kecamatan yang terdampak banjir masih berada di tempat pengungsian, meskipun ketinggian air mulai menurun. ANTARA FOTO/ABRAHAM MUDITOWarga berusaha menerobos jalan yang terendam banjir di Tanjung Puri, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (14/11/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan masih ada sebanyak 32.919 warga di tujuh kecamatan yang terdampak banjir masih berada di tempat pengungsian, meskipun ketinggian air mulai menurun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan membangun persemaian atau nursery yang diiringi dengan penghijauan di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami banjir. 

Persemaian ini bakal dibangun mulai dari daerah hulu maupun daerah tangkapan hujan (catchment area) itu sendiri.

Menurut Jokowi, bencana banjir di Sintang disebabkan oleh kerusakan daerah tangkapan hujan.

Rusaknya daerah tangkapan hujan tersebut kemudian menyebabkan air Sungai Kapuas meluap.

"Di catchment area itu memang harus diperbaiki karena kerusakannya memang ada di situ. Kedua, memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya,” imbuh Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Tangani Banjir Bandang di Kota Batu, Basuki Minta Alur Sungai Diperlebar

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyebutkan sejumlah faktor penyebab banjir Sintang.

Contohnya, curah hujan lebat sejak akhir Oktober hingga awal November 2021 yang secara kumulatif sebesar 294 milimeter menghasilkan debit banjir sebesar 15.877,12 meter kubik per detik.

Jumlah tersebut melebihi kapasitas tampung sungai-sungai sebesar 12.279,80 meter kubik per detik.

Dengan begitu, terjadi luapan dengan debit yang sangat besar yaitu 3.597,32 meter kubik per detik.

Sebagaimana diketahui, sudah hampir empat pekan banjir melanda Sintang dan sejumlah wilayah di sekitarnya.

Dari pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini banjir masih menggenangi 12 kecamatan di Sintang Kalimantan Barat.

Akibatnya, 10.381 kepala keluarga atau 33.221 jiwa warga saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah titik.

Sementara itu, dari catatan BPBD Sintang hingga Sabtu (13/11/2021), total warga yang terdampak banjir sebanyak 29.623 kepala keluarga atau 88.148 jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.