Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Akhir Juli, 74 Kantor Tanah "Disulap" Jadi Kantor Elektronik

Kompas.com - 11/05/2024, 12:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 74 Kantor Pertanahan (Kantah) ditargetkan dapat mengimplementasikan Kantor Elektronik hingga akhir Juli 2024 mendatang.

Melansir laman Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (9/5/2024), saat ini sudah 30 Kantah yang telah mengimplementasikan Kantor Elektronik.

"Sehingga, apa yang diamanatkan Presiden RI (Joko Widodo) kepada Pak Menteri (Agus Harimurti Yudhoyono) terkait pelaksanaan elektronik secara masif berhasil dilaksanakan," terang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana.

Kini, Kementerian ATR/BPN sedang membangun sistem peningkatan level yang dimulai dengan mewujudkan 104 Kabupaten/Kota Lengkap yang diikuti dengan Implementasi Kantor Elektronik.

Suyus menambahkan, kedua hal tersebut juga harus dibarengi dengan integritas para jajaran dengan mewujudkan predikat Zona Integritas di 104 Kantah terpilih.

Baca juga: Kini, Layanan Sertifikat Tanah Elektronik Hadir di Kantah Kota Bogor

"Jadi, kita mengubah sistem elektronik dan membangun zona integritas ini bagian dari kita melakukan perubahan, kita tidak bisa memberikan layanan kepada masyarakat seperti sekarang. Masyarakat menuntut perubahan pelayanan lebih baik dan integritas dari Bapak/Ibu semua," tuturnya.

Digitalisasi memiliki banyak kelebihan, mulai dari keamanan yang lebih tinggi, meningkatnya kepercayaan masyarakat karena mengurangi proses tatap muka, waktu lebih efisien dalam mencetak sertifikat, hingga efisiensi tempat penyimpanan yang tidak lagi berbentuk ruang.

Suyus menambahkan, Kemeterian ATR/BPN berpindah ke sistem elektronik bukanlah sesuatu inovasi, tetapi bagian dari perubahan zaman yang harus dilewati.

"Kita melihat beberapa layanan yang ada di masyarakat, saya pikir dengan elektronik ini mudah-mudahan bisa menjadi solusi dari permasalahan yang ada," tukas Suyus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com