Hunian Vertikal, Solusi Menambah Ruang Terbuka Hijau di Jakarta

Kompas.com - 03/09/2021, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Membangun hunian vertikal bisa menjadi solusi bagi pemerintah DKI Jakarta untuk menambah luas ruang terbuka hijau (RTH).

Bila dibandingkan dengan dua ibu kota negara tetangga, baik Singapura dan Kuala Lumpur, luas RTH Jakarta masih jauh dari ideal.

Menurut Jakarta Property Institute, RTH di Jakarta hanya 6,2 meter persegi per kapita. Jumlah ini masih jauh di bawah Singapura yang memiliki RTH 56,3 meter persegi. Sementara di Singapura, 12,7 meter persegi per kapita.

Padahal menurut Undang-undang (UU) Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, mengharuskan sebuah kota memiliki 30 persen RTH.

Baca juga: RTH Jakarta Kalah Banyak Dibanding Singapura, Bukti Pemprov Tidak Serius

Apalagi berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta, Pemerintah Daerah menargetkan sudah mencapai target RTH 30 persen di tahun 2030.

Menanggapi ini, Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Hartanto menyampaikan pembangunan hunian vertikal terutama di perkampungan, bisa menjadi solusi.

“Untuk menambah RTH di Jakarta, pemerintah daerah bisa melakukan vertikalisasi hunian di area-area perkampungan,” ujarnya dalam wawancara bersama Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

Saat ini, pola hunian di perkampungan masih dalam bentuk hunian horisontal. Padahal ini memakan banyak ruang. 

Namun warga di perkampungan tersebut jangan sampai digusur atau dipindahkan ke area lain karena bisa menyebabkan masalah.

"Bila hunian sudah dalam bentuk vertikal, maka akan tersisa banyak ruang untuk diubah menjadi RTH atau fasilitas umum lainnya," tegas Wendy. 

Meski ada target RTH 30 Persen, Wendy mengingatkan tidak semua kompleks bangunan wajib memiliki RTH, karena harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Target 30 persen RTH di Jakarta pada tahun 2030 nanti mungkin belum bisa dicapai. Secara aturan sudah cukup baik. Namun, masalah eksekusi penataan kota Jakarta sendiri belum sepenuhnya tuntas,” tandas Wendy.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri sudah mulai membangun ruang vertikal berupa rumah susun. Namun tentunya, hal ini harus diikuti dengan penataan wilayah yang lebih baik lagi. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Tana Mori di NTT

Menilik Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Tana Mori di NTT

Berita
Tahun 2021 Okupansi Hotel di Seluruh Indonesia Turun, Bali Anjlok Paling Drastis

Tahun 2021 Okupansi Hotel di Seluruh Indonesia Turun, Bali Anjlok Paling Drastis

Hotel
Kata Sri Mulyani, Sekuritisasi KPR Bisa Jadi Upaya Atasi Backlog Rumah

Kata Sri Mulyani, Sekuritisasi KPR Bisa Jadi Upaya Atasi Backlog Rumah

Berita
Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Kilometer Jalur Kereta Api Tahun 2030

Pemerintah Targetkan Bangun 10.254 Kilometer Jalur Kereta Api Tahun 2030

Konstruksi
Jasa Marga 'Spin-off' Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Jasa Marga "Spin-off" Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Berita
Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Apartemen
Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berita
Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Hotel
Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Berita
Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Berita
[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

Berita
YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

Berita
Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Berita
Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Berita
Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Berita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.