Tol Akses BIJB Kertajati Tembus 58 Persen, Musim Haji Beroperasi Fungsional

Kompas.com - 04/05/2021, 06:30 WIB
Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dok. Astra Tol Cipali.Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan konstruksi fisik Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Jawa Barat, telah mencapai 58 persen.

Direktur Operasi Astra Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Agung Prasetyo memastikan hal itu dalam virtual gathering, Senin (03/05/2021).

"Kami menargetkan konstruksi selesai September 2021. Kami akan terus berupaya menyelesaikannya, untuk musim haji akan beroperasi fungsional," ujar Agung.

Tol Akses BIJB Kertajati ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi yang mencakup Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan kawasan di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Baca juga: Tol Cisumdawu Tersambung Akhir 2021, Bandung-Bandara Kertajati Cuma 1 Jam

Pada gilirannya segitiga kawasan yang merupakan sentra industri Nasional ini akan saling terkoneksi dan meningkatkan daya saing Nasional.

Tol yang menghubungkan kawasan Kertajati dengan Bandung tersebut ditargetkan dapat beroperasi akhir tahun 2021 atau paling lambat 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dibangunnya Tol Akses Bandara diharapkan dapat mendukung konektivitas menuju ke BIJB sehingga berkontribusi mengembangkan kawasan Kertajati.

Baca juga: Dalam 15 Tahun, Astra Investasi Rp 20 Triliun di Jalan Tol

"Dengan rampungnya Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) pada 2021 yang tersambung dengan ruas tol akses BIJB, maka akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam," kata Basuki.

Dengan konektivitas yang semakin lengkap, operasionalisasi BIJB diyakini semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Pembangunan Akses BIJB Kertajati yang merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Cipali, dirancang sepanjang 3,38 kilometer dan dimulai dari KM 158+700.

Secara teknis, tol ini akan dilengkapi dengan tujuh ramp yang akan menghubungkan bandara dengan Jalan Tol Cipali dan Tol Cisumdawu.

Baca juga: Astra Prediksi Lalin di 7 Ruas Tol Selama Larangan Mudik Turun 25 Persen

Selain itu, 4 lajur untuk dua arah dengan lebar 3,6 meter. Sementara untuk akses ramp memiliki lebar lajur 4 meter yang dilengkapi 2 jembatan.

Konstruksi ruas tol ini mulai dibangun sejak kontrak pekerjaan 28 September 2020 dengan masa pelaksanaan 305 hari kalender.

Pembangunannya dilaksanakan Astra Tol Cipali (PT Lintas Marga Sedaya) selaku pemegang konsesi, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT ACSET Indonusa Tbk. selaku kontraktor pelaksana dengan nilai proyek Rp 692 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X