Panduan dan Aturan Memasang Pengeras Suara di Kawasan Perumahan

Kompas.com - 18/04/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi suara dentuman misterius Ilustrasi suara dentuman misterius

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain sebagai media komunikasi, pengeras suara juga bermanfaat dan membantu memperluas pesan-pesan yang ingin disampaikan dan didengar oleh publik.

Pesan yang disampaikan melalui pengeras suara, bisa bermacam-macam. Terlebih untuk kegiatan di kompleks perumahan, mulai dari pengumuman kenaikan iuran pengelolaan lingkungan (IPL), hingga berita kematian.

Tak hanya itu, untuk aktivitas promosi klaster terbaru, produk baru, ataupun keriaan seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap 17 Agutus, dan Hari Raya Keagamaan, pengeras suara juga tak pernah luput dimanfaatkan panitia penyelenggara.

Lepas dari sederet manfaatnya, alih-alih pesan yang disampaikan efektif didengar audiensnya, seringkali pengeras suara dianggap sebagai penyebab "petaka".

Biasanya, "petaka" ini terjadi ketika panitia penyelenggara keriaan memasang volume pengeras suara ke level maksimal pada tengah hari bolong, dan terkadang sampai larut malam saat orang-orang akan beristirahat.

Baca juga: Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Apa jadinya, jika Anda yang tengah lelap bermimpi, terjaga tiba-tiba gara-gara musik dangdut   atau pengumuman penting yang disebarluaskan melalui pengeras suara?

Terkait hal ini, Estate Manager Perumahan Kota Wisata Husin mengatakan, tak ada ketentuan khusus mengenai pengeras suara di kompleks perumahan.

"Terlebih di klaster-klaster yang sudah mandiri alias dikelola oleh warga. Itu berdasarkan kesepakatan antar-sesama warga dan pengurus paguyuban," kata Husin.

Kendati secara praksis tak ada ketentuan mengenai pemasangan pengeras suara, namun ternyata secara legalitas, terdapat aturan baku tentang ambang volume suara atau tingkat kebisingan yang diizinkan.

Ketentuan ambang ini tertulis dalam Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X