Pemerintah Pastikan Perpanjangan HPL Tanah 90 Tahun

Kompas.com - 27/11/2020, 12:14 WIB
Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa, (21/1/2020). Dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2020 di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa, (21/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil memastikan, Pemerintah akan memberikan perpanjangan Hak Pengelolaan ( HPL) tanah selama 90 tahun.

Aturan tersebut tertuang secara detail dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang tengah disusun sebagai turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bidang pertanahan.

Menurut Sofyan perpanjangan HPL ditetapkan demi meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memberikan kepastian hukum kepada investor.

Selama ini, banyak investor lari dan tidak mau berinvestasi di Indonesia karena masa HPL yang diberikan sangat singkat yaitu 20 sampai 30 tahun.

"Karena HPL itu hanya 20 sampai 30 tahun, nah banyak orang yang nggak mau melakukan investasi karena dia tidak yakin apakah setelah lewat 30 tahun itu akan diperpanjang atau tidak," kata Sofyan dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: PP Penyelenggaraan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum Sedang Disusun

Sofyan menuturkan panjangnya masa HPL ini bukan sesuatu hal yang baru, dan sudah umum terjadi di berbagai negara.

Dia mencontohkan Malaysia, dan Singapura yang juga memiliki masa HPL yang cukup panjang selama 90 tahun hingga ratusan tahun. Sementara di negara maju lainnya HPL bisa sampai 200 tahun.

"Dan itu bukan hal yang aneh, Tapi praktik yang umum dilakukan di seluruh dunia, cuma kita salah faham tentang tadi, karena salah sangka," lanjutnya.

Lebih jauh Sofyan mengatakan, investor dalam membangun usahanya di Indonesia tentu membutuhkan waktu yang panjang. 

Investasi mereka juga sangat diperlukan terutama untuk memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia berupa pembayaran pajak, serapan tenaga kerja, dan manfaat lainnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X