Kompas.com - 08/11/2021, 07:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Membersihkan rumah adalah kegiatan yang perlu dilakukan secara rutin. Namun, seringkali setelah membersihkan perabotan, peralatan elektronik, dan pernak-pernik, sehari kemudian Anda mungkin melihat debu kembali muncul.

Menurut Vera Peterson, presiden Molly Maid, debu bergerak secepat itu. Dengan demikian, debu bisa cepat menumpuk di berbagai permukaan di rumah.

"Pada permukaan yang baru bersih, Anda cenderung melihat debu ketika menumpuk," kata Peterson seperti dikutip dari Martha Stewart, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Simak, 8 Cara Membuat Kamar Tidur Bebas Debu

Ilustrasi debu di rumah.SHUTTERSTOCK/PHOTOGRAPHEE.EU Ilustrasi debu di rumah.

"Namun, jika metode pembersihan debu Anda tidak efisien, Anda mungkin mengaduk lebih banyak debu daripada yang Anda tangkap," imbuhnya.

Cara paling efisien untuk membersihkan debu adalah dengan pendekatan top-down alias dari atas ke bawah, menurut Peterson.

"Saat membersihkan debu, kerjakan dari atas ke bawah dulu, lalu vakum," terang Peterson.

Cara ini dilakukan untuk menghindari keharusan menyedot debu dua kali, baik sebelum dan sesudah Anda membersihkan debu. Sementara kemoceng pernah menjadi alat yang populer untuk menyapu berbagai permukaan, kain mikrofiber adalah yang terbaik.

Baca juga: Cara Menjaga Furnitur Kayu Bebas Debu Lebih Lama

"(Alat) ini akan mengumpulkan debu, bukan hanya mendorongnya," jelas Peterson.

Membersihkan debu dengan kain mikrofiber juga akan mengurangi jumlah partikel debu yang dibuang kembali masuk ke rumah. Partikel ini cenderung mendarat di meja dan peralatan yang baru dibersihkan, yang akhirnya debu menumpuk lebih cepat.

 

Mengidentifikasi penyebab penumpukan debu

Jika Anda memperhatikan bahwa rumah tampak lebih berdebu dari yang seharusnya, mungkin ada penyebab yang mengejutkan, yakni filter HVAC.

"Filter menarik dan menangkap partikel debu yang mengurangi jumlah debu yang mengambang di rumah Anda. Juga, pastikan Anda sering membersihkan debu dan menyedot debu, serta secara teratur merawat hewan peliharaan," ungkap Peterson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.