Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Sidang Mahkamah Internasional, Jerman Akui Ekspor Senjata ke Israel, Apa Alasannya?

Kompas.com - 09/04/2024, 17:35 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

DEN HAAG, KOMPAS.com - Di sidang Mahkamah Internasional (ICJ) pada Selasa (9/4/2024), Jerman mengakui telah mengekspor senjata ke Israel.

Alasannya, keamanan Israel telah menjadi "inti" dari kebijakan Luar Negeri Jerman.

"Sejarah kami adalah alasan mengapa keamanan Israel telah menjadi inti dari kebijakan luar negeri Jerman," kata perwakilan Jerman, Tania von Uslar-Gleichen, kepada Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanada.

Baca juga: Nikaragua Seret Jerman ke Mahkamah Internasional, Tuding Fasilitasi Genosida Israel di Gaza

"Di mana Jerman telah memberikan dukungan kepada Israel, termasuk dalam bentuk ekspor senjata dan peralatan militer lainnya, kualitas dan tujuan dari pasokan ini telah sangat terdistorsi oleh Nikaragua," tambahnya, dikutip dari AFP.

Nikaragua telah menyeret Jerman ke ICJ untuk menuntut agar para hakim memberlakukan langkah-langkah darurat guna menghentikan Berlin memberikan senjata dan bantuan lainnya kepada Israel.  

Pengacara Nikaragua berargumen Jerman telah melanggar Konvensi Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948, yang dibuat setelah peristiwa Holocaust, dengan memberikan senjata kepada Israel.  

Pada Senin (8/4/2024), pengacara Nikaragua menyebut Berlin "menyedihkan" karena memasok senjata kepada Israel dan pada saat yang sama memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina.

Nikaragua meminta ICJ untuk memutuskan "tindakan sementara", yaitu perintah darurat yang dapat diberlakukan sementara pengadilan mempertimbangkan kasus yang lebih luas. 

Sebelum sidang, Jerman juga telah menepis tuduhan Nikaragua.

Untuk diketahui, Mahkamah Internasional dibentuk untuk memutuskan sengketa antar-negara dan telah menjadi pemain kunci dalam perang antara Israel dan  Hamas yang meletus setelah serangan 7 Oktober.  

Baca juga: Aksi Israel di Gaza Masuk Kategori Genosida atau Bukan?

Dalam kasus terpisah, Afrika Selatan menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Israel.

Dalam kasus tersebut, pengadilan memerintahkan Israel untuk melakukan segala cara untuk mencegah tindakan genosida dan baru-baru ini memperkeras pendiriannya, dengan memerintahkan langkah-langkah tambahan yang mewajibkan Israel untuk meningkatkan akses bantuan kemanusiaan.  

Keputusan IJC bersifat mengikat, namun tidak memiliki mekanisme penegakan hukum. Sebagai contoh, mahkamah ini telah memerintahkan Rusia untuk menghentikan invasinya ke Ukraina, namun tidak berhasil.  

Perang Gaza yang paling berdarah dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel, yang mengakibatkan kematian 1.170 warga Israel dan warga asing, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut angka-angka resmi Israel.  

Hamas dilaporkan juga menyandera sekitar 250 sandera, sekitar 130 di antaranya masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut tentara Israel telah tewas.

Baca juga: Daftar Negara yang Dukung Gugatan Genosida Afrika Selatan pada Israel

Sementara itu, dalam enam bulan terakhir, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 33.207 orang, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

UPDATE Singapore Airlines Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Ekuador Perang Lawan Geng Narkoba, 7 Provinsi Keadaan Darurat

Global
[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

[POPULER GLOBAL] Identitas Penumpang Tewas Singapore Airlines | Fisikawan Rusia Dipenjara

Global
Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Ukraina Kembali Serang Perbatasan dan Wilayahnya yang Diduduki Rusia

Global
Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Singapore Airlines Turbulensi, Ini Nomor Hotline bagi Keluarga Penumpang

Global
Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Rusia Pulangkan 6 Anak Pengungsi ke Ukraina Usai Dimediasi Qatar

Global
Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Fisikawan Rusia yang Kembangkan Rudal Hipersonik Dihukum 14 Tahun

Global
Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Misteri Area 51: Konspirasi dan Fakta di Balik Pangkalan Militer Tersembunyi AS

Global
Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Kepala Politik Hamas Ucap Duka Mendalam pada Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Panas Ekstrem 47,4 Derajat Celcius, India Liburkan Sekolah Lebih Awal

Global
Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Israel Batal Sita Kamera Associated Press Setelah Panen Kecaman

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com