Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Serang 80 Persen Pembangkit Listrik di Ukraina

Kompas.com - 09/04/2024, 12:33 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Menteri Energi Ukraina German Galushchenko pada Senin (8/4/2024) mengatakan, Rusia menyerang hingga 80 persen pembangkit listrik konvensional dan separuh pembangkit listrik tenaga air di Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Rusia hampir setiap hari menyerang jaringan listrik Ukraina sejak akhir Maret 2024, menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran di Kota Kharkiv.

“Hingga 80% pembangkit listrik tenaga panas diserang. (Serta) lebih dari separuh pembangkit listrik tenaga air dan sejumlah besar gardu induk,” kata Galushchenko kepada wartawan di Kyiv, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Ukraina Bantah Serang PLTN Zaporizhzhia, Tuding Rusia Sebar Info Palsu

“Ini serangan terbesar terhadap sektor energi Ukraina (sejak perang dimulai)," lanjutnya.

Sebelum invasi Rusia, pembangkit listrik di Ukraina cukup seimbang antara batu bara, gas alam, dan nuklir, dengan persentase pembangkit listrik tenaga air lebih kecil.

Pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Zaporizhzhia telah direbut Rusia sejak awal perang.

Baca juga:

Galushchenko mengatakan, skala dan dampak serangan ini jauh lebih besar dibandingkan pada musim dingin 2022-2023 ketika jutaan orang menderita suhu beku tanpa adanya listrik dan pemanas.

“Kami melihat Rusia memodifikasi senjatanya,” kata dia, seraya menambahkan bahwa Rusia sekarang menggunakan drone dan rudal berbahan peledak gaya Iran yang menyebabkan lebih banyak kerusakan per serangan.

Baca juga: Lituania Bakal Pasok 3.000 Drone Tempur ke Ukraina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Ongkos Perang Ukraina Mulai Bebani Negara Barat

Global
Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Israel Mulai Dikucilkan Negara-negara Eropa, Bisakah Perang Segera Berakhir?

Global
Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Rangkuman Hari Ke-819 Serangan Rusia ke Ukraina: Pemulangan 6 Anak | Perebutan Desa Klischiivka

Global
China 'Hukum' Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

China "Hukum" Taiwan yang Lantik Presiden Baru dengan Latihan Militer

Global
UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

UPDATE Singapore Airlines Alami Turbulensi, 20 Orang Masuk ICU di RS Thailand

Global
Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Rusia Duduki Lagi Desa yang Direbut Balik Ukraina pada 2023

Global
AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

AS-Indonesia Gelar Lokakarya Energi Bersih untuk Perkuat Rantai Pasokan Baterai-ke-Kendaraan Listrik

Global
Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Inggris Juga Klaim China Kirim Senjata ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

3 Negara Eropa Akan Akui Negara Palestina, Israel Marah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com