Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nikaragua Seret Jerman ke Mahkamah Internasional, Tuding Fasilitasi Genosida Israel di Gaza

Kompas.com - 08/04/2024, 10:12 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

MANAGUA, KOMPAS.com - Nikaragua menyeret Jerman ke Mahkamah Internasional (ICJ) dengan tuduhan memfasilitasi terjadinya genosida terhadap warga Palestina di Gaza dengan dukungan militer dan politiknya terhadap Israel.

Mereka menuntut para hakim untuk memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menghentikan Jerman menyediakan senjata dan bantuan lainnya kepada Israel.

Nikaragua dijadwalkan akan menyampaikan gugatannya pada Senin (8/4/2024) ini. Sementara, Jerman diberi waktu untuk memberikan tanggapan pada hari berikutnya, Selasa (9/4/2024). 

Baca juga: Aksi Israel di Gaza Masuk Kategori Genosida atau Bukan?

Dalam pengajuan setebal 43 halaman ke ICJ, Nikaragua berargumen Jerman telah melanggar Konvensi Genosida Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948, yang dibuat setelah peristiwa Holocaust.

"Dengan mengirimkan peralatan militer... Jerman memfasilitasi terjadinya genosida. Kegagalan Jerman semakin tercela sehubungan dengan Israel mengingat bahwa Jerman memiliki hubungan istimewa dengan negara tersebut, yang memungkinkan Jerman memengaruhi perilakunya," demikian isi gugatan tersebut.

Nikaragua meminta ICJ untuk memutuskan "tindakan sementara", yakni perintah darurat yang diberlakukan sementara pengadilan mempertimbangkan kasus yang lebih luas.

"Sangat penting dan mendesak bagi ICJ untuk memerintahkan langkah-langkah tersebut mengingat bahwa kehidupan ratusan ribu orang dipertaruhkan," ungkap gugatan Nikaragua, dikutip dari AFP.

Jerman sebelumnya telah merespons tuduhan Nikaragua tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer, mengatakan kepada para wartawan menjelang sidang, bahwa negaranya menolak tuduhan dari Nikaragua.

Baca juga: Daftar Negara yang Dukung Gugatan Genosida Afrika Selatan pada Israel

"Jerman tidak melanggar Konvensi Genosida maupun hukum humaniter internasional dan kami akan menunjukkan hal ini secara penuh di hadapan Mahkamah Internasional," tambah Fischer.

ICJ dibentuk untuk memutuskan sengketa antar-negara dan telah menjadi pemain kunci dalam perang antara Israel dan Hamas yang meletus setelah serangan 7 Oktober.

Dalam kasus terpisah, Afrika Selatan menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Israel.

Dalam kasus tersebut, ICJ memerintahkan Israel untuk melakukan segala cara untuk mencegah tindakan genosida dan baru-baru ini memperkuat pendiriannya, dengan memerintahkan langkah-langkah tambahan yang mewajibkan Israel untuk meningkatkan akses bantuan kemanusiaan.

Keputusan ICJ bersifat mengikat, namun tidak memiliki mekanisme penegakan hukum.

Sebagai contoh, Mahkamah Internasional telah memerintahkan Rusia untuk menghentikan invasinya ke Ukraina, namun tidak berhasil.

Baca juga: Putusan Sidang Genosida Israel Akan Keluar Hari Ini, Berikut Penjelasannya

Halaman:
Baca tentang

Terkini Lainnya

Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Global
Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
 Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Pertama Kali, Korea Utara Tampilkan Foto Kim Jong Un Beserta Ayah dan Kakeknya

Global
Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Penumpang Singapore Airlines Dirawat Intensif, 22 Cedera Tulang Belakang, 6 Cedera Tengkorak

Global
Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memburuk, Operasi Kemanusiaan Hampir Gagal

Global
Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Nikki Haley, Saingan Paling Keras Trump Berbalik Arah Dukung Trump

Global
Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Rusia Serang Kharkiv, Ukraina Evakuasi 10.980 Orang

Global
Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Menerka Masa Depan Politik Iran Setelah Kematian Presiden Raisi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com