Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seiring Ancaman Regional Meningkat, Singapura Tambah Pesawat Siluman

Kompas.com - 01/03/2024, 16:27 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seiring meningkatnya ancaman regional, Singapura bakal menambah delapan pesawat tempur siluman F-35.

Nantinya, pesawat lama F-16 akan diganti pesawat baru F-35 yang lebih besar dan memiliki jangkauan lebih jauh lagi.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) akan membeli F-35A, varian Lockheed Martin Corp (LMT.N) yang lebih besar dan memiliki jangkauan lebih jauh.

Baca juga: Survei: 82 Persen Warga Singapura Usia 21-34 Pilih Hidup Melajang

Dikutip dari Reuters pada Jumat (1/3/2024), pesawat jet baru itu untuk melengkapi 12 F-35Bs sudah dipesan sebelumnya.

"F-35B pertama akan dikirim ke Singapura pada tahun 2026," kata Ng Eng.

Model B mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal, yang merupakan bagian penting dalam pengoperasian kapal, atau di tempat tanpa landasan pacu.

"F-35A dirancang untuk daya tahan lebih besar dan memiliki kemampuan membawa muatan berkapasitas lebih tinggi," imbuh Ng Eng saat menjelaskan keputusan tersebut kepada parlemen.

Sedangkan Malcolm Davis, analis senior di Australian Strategic Policy Institute mengatakan, pembelian tersebut sebagai upaya penggantian jangka panjang beberapa F-16 dengan F-35 yang dimulai pada pertengahan tahun 2030-an.

Hal itu menunjukkan bahwa RSAF telah mencatat peningkatan kemampuan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, yang telah mulai menerbangkan pesawat canggih seperti J-20B.

"Hal ini membuat Singapura lebih maju dibandingkan angkatan udara Asia Tenggara lainnya," jelas Davis.

Dikatakan pula bahwa dengan Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang juga menerbangkan F-35 di wilayah tersebut, terdapat peluang untuk pengaturan pemeliharaan dan dukungan bersama.

Harga unit F-35 dapat bervariasi tergantung pelanggan dan model. Tahun lalu Departemen Pertahanan AS memberikan kontrak senilai $7,8 miliar kepada Lockheed Martin untuk 126 unit F-35.

Baca juga: Cara Lihai Singapura Lindungi Aplikasi Keuangan dari Penipuan

Namun, Lockheed Martin menolak berkomentar mengenai harga satuan atau nilai total kesepakatan tersebut, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya merasa terhormat bahwa pemerintah Singapura telah memilih F-35A sebagai bagian dari armada pesawat tempur RSAF di masa depan.

"Risiko konflik regional dan bahkan global dalam dekade mendatang sudah tidak nol lagi," kata Ng Eng kepada parlemen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com