Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Zelensky Ajak Trump ke Garis Depan Perang Rusia-Ukraina

Kompas.com - 17/02/2024, 19:35 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

MUNICH, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (17/2/2024) mengaku siap mengajak Donald Trump ke garis depan perang melawan Rusia.

Kekhawatiran tentang kelanjutan bantuan dari Barat ke Ukraina meningkat jika mantan presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) itu kembali berkuasa di Gedung Putih.

Saat menghadiri Konferensi Keamanan Munich, Zelensky berkata bahwa dia sudah mengundang Trump ke Ukraina karena menurutnya para pembuat kebijakan harus melihat perang yang sebenarnya.

Baca juga: Beda Pandangan Biden dan Trump soal NATO dan Peran AS di Dunia

“Kalau Trump mau datang, saya siap menemaninya ke garis depan,” kata Presiden Ukraina tersebut, dikutip dari kantor berita AFP.

“Saya pikir jika kita berdialog bagaimana menyelesaikan perang, kita harus menunjukkan kepada orang-orang pengambil keputusan tentang apa itu perang yang sebenarnya, bukan di Instagram. Perang yang sebenarnya,” kata Zelensky dalam bahasa Inggris.

Bantuan dari Barat ke Ukraina yang sudah mencapai miliaran dollar AS diragukan kelanjutan jangka panjangnya karena paket senilai 60 miliar dollar AS (Rp 939,25 triliun) masih tertahan di Washington akibat perselisihan Kongres.

Kemungkinan kembalinya Trump ke Gedung Putih juga semakin melemahkan prospek bantuan berkelanjutan dari AS untuk Ukraina.

Adapun Trump sudah menyuarakan penolakannya terhadap dukungan militer oleh Presiden Joe Biden untuk Ukraina.

Baca juga:

Selama empat tahun menjabat sebagai presiden, Trump juga pernah menunjukkan kekagumannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kemudian saat berkampanye bulan ini, Trump mengancam akan membiarkan Rusia menyerang negara anggota NATO yang tidak membayar iuran tahunan berupa anggaran belanja di sektor pertahanan.

Zelensky pada Desember 2023 mengatakan, jika Trump menjadi presiden akan berdampak sangat kuat terhadap jalannya perang Rusia-Ukraina.

Trump sejauh ini mendominasi survei nominasi presiden dari Partai Republik menjelang pemilihan presiden atau pilpres AS 2024, tetapi menghadapi beberapa dakwaan pidana yang membuatnya berisiko dipenjara.

Baca juga: 6 Kasus Pidana Trump yang Dihadapi Jelang Pilpres AS 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com