Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komisi Pemilihan Rusia Tutup Pendaftaran Capres, Siapa Saja yang Lolos Selain Putin?

Kompas.com - 11/02/2024, 16:30 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

MOSKWA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Pusat atau Central Election Commission (CEC) Rusia telah menutup pendaftaran calon presiden Rusia.

Kantor berita Rusia TASS melaporkan pada Minggu (11/2/2024) bahwa ada empat kandidat calon presiden Rusia untuk pemilu Maret nanti.

Ternyata, dari daftar CEC tidak memasukkan kandidat anti-perang Rusia Boris Nadezhdin setelah CEC melarangnya untuk mencalonkan diri pada Kamis kemarin.

Baca juga: 7 Warga Ukraina Tewas akibat Serangan Drone Rusia, 3 Korban Masih Anak-anak

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Minggu (11/2/2024), CEC mengatakan bahwa pihaknya menemukan kekurangan dalam pengumpulan tanda tangan yang diperlukan untuk mendukung pencalonan Boris Nadezhdin.

Berikut ini nama calon presiden Rusia yang sudah terdaftar di CEC Rusia:

1. Vladimir Putin (Presiden Rusia).

2. Vladislav Davankov (wakil ketua Duma Rusia dan anggota kaukus Rakyat Baru).

3. Leonid Slutsky (pemimpin Partai Demokrat Liberal ultra-nasionalis yang setia pada Kremlin.

4. Nikolai Kharitonov (calon dari Partai Komunis).

Putin yang kini berusia 71 tahun memilih untuk mencalonkan diri sebagai calon independen dan bukan sebagai kandidat dari partai berkuasa Rusia Bersatu.

Baca juga: Hari Ini, Rombongan Turis Pertama asal Rusia Tiba di Korut

Vladimir Putin juga telah menjadi pemimpin tertinggi Rusia sejak 2000 dan mengendalikan seluruh pemerintahan di negara tersebut.

Maka, diperkirakan Putin akan dengan mudah memenangkan pemilu bulan depan di Rusia tersebut.

Meskipun tidak ada yang mengira Nadezhdin (60) yang menganggap perang Putin di Ukraina sebagai sebuah "kesalahan fatal" akan menang, kritik tajamnya telah mengejutkan beberapa analis.

Kremlin mengatakan mereka tidak melihatnya sebagai saingan serius bagi Vladimir Putin.

Nadezhdin mengatakan pada hari Kamis bahwa dia akan menentang keputusan CEC di Mahkamah Agung Rusia.

Perang, yang disebut Kremlin sebagai operasi militer khusus, telah mendekati akhir tahun kedua.

Baca juga: Dubes RI: Hubungan Bilateral dengan Malaysia Diyakini Tetap Solid Apapun Hasil Pemilu

Tetapi, perang ini telah menewaskan ribuan orang di kedua belah pihak, membuat jutaan warga Ukraina mengungsi, dan mengubah sejumlah kota serta desa menjadi puing-puing.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com