Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancaman Flu Burung di Brasil Picu Darurat Kesehatan

Kompas.com - 25/05/2023, 16:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

BRASILIA, KOMPAS.com - Brasil telah mengumumkan keadaan darurat kesehatan hewan selama 180 hari sebagai tanggapan atas deteksi pertama virus flu burung H5N1 yang sangat menular pada unggas liar.

Brasil, pengekspor daging ayam terbesar di dunia dengan penjualan 9,7 miliar dollar AS pada 2022, sejauh ini mengonfirmasi delapan kasus H5N1 pada burung liar, termasuk tujuh di negara bagian Espirito Santo dan satu di negara bagian Rio de Janeiro.

Kementerian pertanian mengatakan pada hari Senin (22/5/2023) bahwa pihaknya telah membentuk pusat operasi darurat untuk mengoordinasikan, merencanakan dan mengevaluasi aksi nasional terkait flu burung.

Baca juga: Brasil Ajukan Protes Resmi ke Spanyol atas Pelecehan Rasis terhadap Vinicius

Dilansir dari Guardian, infeksi H5N1 pada burung liar tidak memicu larangan perdagangan, berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WHO).

Namun, kasus flu burung di peternakan biasanya mengakibatkan seluruh kawanan mati dan dapat memicu pembatasan perdagangan dari negara pengimpor.

Meskipun negara bagian penghasil daging utama Brasil berada di selatan, pemerintah waspada setelah kasus yang dikonfirmasi, karena flu burung pada unggas liar telah diikuti oleh penularan ke ternak komersial di beberapa negara.

Saham BRF SA yang berbasis di Brasil, eksportir ayam terbesar dunia, naik 3,6 persen sebelum pengumuman pemerintah, tetapi mengakhiri hari dengan 0,5 persen lebih rendah.

Baca juga: Polisi Brasil Geledah Rumah Jair Bolsonaro, Ada Apa?

Selama akhir pekan, kementerian kesehatan mengatakan sampel dari 33 kasus dugaan flu burung pada manusia di Espirito Santo, di mana Brasil mengkonfirmasi kasus pertama pada burung liar minggu lalu, semuanya kembali negatif.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Global
Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Di Balik Serangan Israel ke Rafah yang Bahkan Tak Bisa Dihalangi AS

Global
Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Israel Perintahkan Warga Palestina Mengungsi dari Rafah

Global
[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

[UNIK GLOBAL] Majikan Bunuh Diri, PRT Diwarisi Rp 43,5 Miliar | Karyawan Nekat ke Italia demi Makan Pizza Padahal Besok Kerja

Global
Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Tak Ada yang Bicara Perubahan Iklim di Pemilu India, Apa Sebabnya?

Global
Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Di Texas, Orangtua Bisa Dipenjara Jika Tinggalkan Anak Sendirian dalam Rumah

Global
Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Turkiye Setop Berbisnis dengan Israel, Pakar: Akan Sulitkan Ankara

Global
Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Tentara Israel Diserang Ratusan Lebah di Gaza Selatan

Global
Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Kritikan Paling Keras AS untuk Israel, Dituduh Mungkin Langgar Hukum Internasional

Global
Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Global
Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Sekitar 300.000 Warga Palestina Dilaporkan Mengungsi dari Rafah Timur

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com