Kompas.com - 11/08/2022, 22:31 WIB

BRUSSELS, KOMPAS.com - Mulai Rabu (10/8/2022), Uni Eropa (UE) secara resmi melarang impor batu bara dari Rusia. Pelarangan tersebut merupakan bagian dari paket sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

UE meluncurkan beberapa sanksi pada April, salah satu yang pertama ditujukan langsung adalah sanksi terhadap industri energi Moskwa.

Rentang waktu dari April hingga Agustus ini dimaksudkan bagi negara-negara di Eropa untuk mencari energi alternatif, yang berarti meningkatkan pasokan batu bara dari negara lain. Bila perlu, mulai meningkatkan produksi dalam negeri atau mencari alternatif lain untuk menghasilkan energi listrik.

Baca juga: Presiden Meksiko Datangi Lokasi 10 Penambang Batu Bara Terjebak, 400 Personel Dikerahkan

Ketergantungan UE pada impor batu bara Rusia

Uni Eropa masih sangat bergantung pada impor batu bara Rusia untuk menghasilkan listrik. Rusia menyumbang 70 persen dari impor batu bara termal di Uni Eropa, tulis dalam sebuah laporan oleh Bruegel, sebuah think tank yang berbasis di Brussels yang berfokus pada isu-isu kebijakan dan ekonomi.

Jerman dan Polandia juga sangat bergantung pada impor batu bara termal, tambah laporan tersebut. Perwakilan dari Asosiasi Eropa untuk Batu Bara dan Lignit (Eurocoal) Brian Ricketts mengatakan kepada DW bahwa dia memperkirakan UE akan mulai mengimpor lebih banyak pasokan batu bara daripada sebelumnya.

"Kami yakin itu akan terjadi karena produksi listrik dari gas yang mencapai 120 terawatt jam akan digantikan oleh batu bara dan lignit. Itu akan menghemat sekitar 22 miliar meter kubik gas per tahun, jauh lebih banyak daripada ukuran individu lainnya," kata Rickett.

Uni Eropa terus meningkatkan pasokan batu bara dari beberapa negara, seperti Kolombia, Australia, dan Amerika Serikat (AS), menurut data dari layanan pengiriman Braemar.

Baca juga: Jerman Kembali Gunakan Pembangkit Listrik Batu Bara dan Minyak, Kanselir: Cuma Sementara

UE tingkatkan pasokan batu bara dari negara lain

Uni Eropa berencana untuk mengimpor batu bara dari negara lain, seperti Kolombia, Australia dan Amerika Serikat (AS).PICTURE ALLIANCE/DPA/AP PHOTO/M MEISSNER via DW INDONESIA Uni Eropa berencana untuk mengimpor batu bara dari negara lain, seperti Kolombia, Australia dan Amerika Serikat (AS).

Negara-negara di Eropa mengimpor sebanyak 7,9 juta metrik ton batu bara termal pada Juni, yakni lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun, ungkap laporan Braemar. Namun, volume tersebut hanya sekitar 2 juta ton lebih sedikit dari pada April dan Mei.

Menurut Braemar, Kolombia mengimpor sebanyak 1,2 juta ton pada Juni, lebih banyak dibandingkan dengan 287.000 ton pada Juni 2021. Demikian pula dengan impor batu bara termal dari Australia yang menjadi rekor tertingginya, yakni sebanyak 1,1 juta ton pada Juni. Impor dari AS juga naik hampir 28 persen dari tahun ke tahun pada Juni.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.