Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 13/06/2022, 09:01 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com – Rusia mengeklaim telah menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina di wilayah Ternopil.

Di sana terdapat senjata-senjata kiriman Barat, termasuk senjata kiriman Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Kabar tersebut dilaporkan oleh kantor berita Interfax, mengutip Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Ukraina Terkini: Tembakan Rusia Picu Kebakaran Besar di Pabrik Kimia Azot Severodonetsk

Rusia mengeklaim menghancurkan depot persenjataan besar Ukraina tersebut dengan rudal jelajah Kalibr, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (12/6/2022).

Sebelumnya, pasukan pertahanan Rusia dikabarkan telah menembak jatuh tiga pesawat perang Ukraina.

Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (11/6/2022).

Ketiga pesawat tersebut adalah dua MIG-29 dan satu Su-25. Ketiganya ditembak jatuh di wilayah Kharkiv.

Baca juga: Perang Ukraina Terkini: Rusia Diprediksi Segera Kuasai Wilayah Luhansk

Pada Sabtu, gempuran Rusia menyebabkan kebakaran besar di sebuah pabrik kimia di Kota Severodonetsk Ukraina di mana pertempuran sengit masih berkecamuk.

Gubernur Oblast Luhansk Serhiy Haidai mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa kebakaran terjadi pada Sabtu setelah kebocoran puluhan ton minyak di pabrik Azot.

Ratusan warga sipil dilaporkan berlindung di pabrik tersebut.

Kota Severodonetsk telah menjadi titik fokus upaya Rusia untuk maju di Ukraina timur.

Baca juga: Otoritas Pendudukan Bagikan Paspor Rusia untuk Warga Ukraina, Kyiv Sebut Rusifikasi

Merebut Severodonetsk dan kota kembarnya Lysychansk akan membawa Rusia lebih dekat ke tujuannya karena akan memberi mereka kendali atas Luhansk.

Dalam pernyataannya, Haidai mengakui sebagian besar Severodonetsk sekarang berada di tangan Rusia.

Militer Rusia mengatakan bahwa semua daerah permukiman Severodonetsk sekarang berada di bawah kendalinya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Pabrik kimia Azot telah berada di bawah pengeboman berat selama berjam-jam," kata Haidai, sebagaimana dilansir BBC, Minggu.

Dia tidak mengatakan apakah ada korban jiwa dan apakah kobaran api itu kemudian padam.

Baca juga: Kisah Gadis Singapura Terkejut Desain Kausnya untuk Bantu Ukraina Dikenakan Presiden Zelensky

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+