Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/05/2022, 17:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Fox News

TEXAS, KOMPAS.com - Pihak berwenang mengidentifikasi Salvador Ramos sebagai penembak yang melepaskan tembakan di Robb Elementary di Uvalde, Texas, pada hari Selasa (24/5/2022) pagi.

Dilansir Fox News, remaja berusia 18 tahun itu menembak dan menewaskan sedikitnya 19 siswa dan dua guru.

Gubernur Texas Greg Abbott mengidentifikasi Ramos sebagai penembak dan mengatakan warga lokal Uvalde ini memasuki halaman sekolah dan mulai melepaskan tembakan.

Baca juga: Fakta-fakta Penembakan SD di Texas, Tersangka Juga Pelajar

Abbott juga mengatakan penembaknya tewas sebelum bertindak sendiri atas insiden itu.

Wali Kota Uvalde Don McLaughlin mengatakan kepada Fox News bahwa selama penembakan, Ramos berada dalam barikade di sekolah dasar.

Seorang agen dari Unit Taktis Patroli Perbatasan (BORTAC), diyakini menembak dan membunuh tersangka pria bersenjata itu.

Dua petugas ditembak dan terluka di tempat kejadian tetapi diperkirakan selamat.

Baca juga: Tersangka Penembakan SD di Texas Tembak Neneknya Dulu Sebelum Lancarkan Aksinya

Sebelumnya, Ramos diduga memposting gambar yang mengganggu secara online sebelum penembakan, dan tampaknya mengirim pesan kepada seorang wanita tentang rencananya sebelum melakukan serangan mematikan.

Sebuah akun Instagram yang diduga terhubung dengan Ramos menampilkan foto-foto yang mengganggu, termasuk yang menampilkan senjata berkapasitas tinggi. Saat ini, akun Instagram itu telah dihapus.

Akun yang sama diduga mengirim pesan yang mengkhawatirkan kepada seorang wanita sebelum serangan mematikan itu.

Pesan pertama, dikirim pada 12 Mei, bertanya: "Anda akan memposting ulang foto senjata saya?" dan wanita itu ditandai dalam foto yang menunjukkan senjata.

Wanita itu lalu mengirim pesan ke akun yang diduga terhubung dengan Ramos meskipun dia mengatakan bahwa dia tidak mengenalnya.

Baca juga: Tanggapan Biden atas Insiden Penembakan Sekolah Dasar di Texas

Dalam satu pesan, dia menggambarkan hal itu sebagai "menakutkan." Dia kemudian melanjutkan: "Saya hampir tidak mengenal Anda dan Anda menandai saya di foto dengan beberapa senjata."

Akun misterius itu mengirim pesan terakhir kepada wanita itu pada Selasa pagi.

Setelah serangan itu, wanita itu memposting bahwa dia tidak mengenal tersangka penembak dan bahwa dia tidak tinggal di Texas.

Dia mengaku hanya berkorespondensi dengan akun itu karena dia takut. Dia kemudian menyatakan simpati kepada para korban dan keluarga mereka.

Baca juga: UPDATE Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Jumlah Siswa yang Tewas Jadi 18 Anak

Penembakan hari Selasa menandai penembakan paling mematikan di sebuah sekolah dasar sejak Sandy Hook pada 2012, di mana saat itu Adam Lanza yang berusia 20 tahun menembak dan membunuh 26 orang di sekolah Newtown, Connecticut.

20 dari korban adalah anak-anak berusia enam dan tujuh tahun.

Itu juga terjadi 10 hari setelah penembakan massal di supermarket Tops di Buffalo, New York, yang merenggut 10 nyawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Bagaimana Dampak Sanksi Ekonomi?

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Bagaimana Dampak Sanksi Ekonomi?

Internasional
Ini Aturan Dasar Perang dalam Hukum Internasional

Ini Aturan Dasar Perang dalam Hukum Internasional

Global
Pilpres AS 2024: Nikki Haley Menang 'Primary' Washington DC, Rentetan Kemenangan Trump Terhenti

Pilpres AS 2024: Nikki Haley Menang "Primary" Washington DC, Rentetan Kemenangan Trump Terhenti

Global
Menengok Perjalanan Hubungan Bilateral AS-Israel sejak 1948

Menengok Perjalanan Hubungan Bilateral AS-Israel sejak 1948

Internasional
Jerman Tuduh Putin Coba Memecah-Belah dengan Bocorkan Percakapan Rahasia

Jerman Tuduh Putin Coba Memecah-Belah dengan Bocorkan Percakapan Rahasia

Global
Wapres AS Kamala Harris Tuntut Hamas Setujui Gencatan Senjata 6 Minggu dengan Israel

Wapres AS Kamala Harris Tuntut Hamas Setujui Gencatan Senjata 6 Minggu dengan Israel

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Percakapan Jerman-Ukraina Bocor | AS Jatuhkan Bantuan di Gaza

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Percakapan Jerman-Ukraina Bocor | AS Jatuhkan Bantuan di Gaza

Global
Rusia Hancurkan Semua 38 Drone Ukraina yang Serang Crimea

Rusia Hancurkan Semua 38 Drone Ukraina yang Serang Crimea

Global
Pilpres AS 2024: Trump Menang Kaukus Missouri, Sapu Bersih Konvensi Michigan

Pilpres AS 2024: Trump Menang Kaukus Missouri, Sapu Bersih Konvensi Michigan

Global
Dubes AS di Singapura Berperilaku Buruk, Ancam Staf dan Langgar Kebijakan

Dubes AS di Singapura Berperilaku Buruk, Ancam Staf dan Langgar Kebijakan

Global
Rusia Terus Serang Ukraina Timur, 5 Orang Luka-luka

Rusia Terus Serang Ukraina Timur, 5 Orang Luka-luka

Global
Ikut Misi Riset Rusia, Gerry Utama Jadi Ilmuwan Termuda Indonesia ke Antarktika

Ikut Misi Riset Rusia, Gerry Utama Jadi Ilmuwan Termuda Indonesia ke Antarktika

Global
Drone Rusia Serang Kota Pelabuhan Odessa di Ukraina, 2 Bayi Tewas

Drone Rusia Serang Kota Pelabuhan Odessa di Ukraina, 2 Bayi Tewas

Global
Sakit Saat Liburan di Malaysia, Raja Harald V Pulang ke Norwegia

Sakit Saat Liburan di Malaysia, Raja Harald V Pulang ke Norwegia

Global
Viral Pria Menari di Jalanan Setelah Resign dari Kerja Kantoran

Viral Pria Menari di Jalanan Setelah Resign dari Kerja Kantoran

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com