FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

Kompas.com - 19/01/2022, 07:30 WIB

TONGA, KOMPAS.com - Pemerintah Tonga dan lembaga bantuan internasional melaporkan kerusakan signifikan terjadi di pulau utama Tonga setelah terjadinya letusan gunung berapi bawah laut dan disususl tsunami pada Sabtu (14/1/2022).

Pejabat Badan Kemanusiaan PBB mengatakan beberapa resor dan rumah di sepanjang pantai barat Tongatapu telah hancur atau rusak parah, dengan ibu kota Nuku'alofa tertutup abu.

Laporan awal setelah bencana mulai datang pada Senin (17/1/2022), setelah Australia dan Selandia Baru mengirim penerbangan pengintaian militer ke negara pulau Pasifik yang terisolasi itu.

Baca juga: Ahli Sebut Letusan Gunung Berapi Tonga Bisa Merusak Lingkungan Jangka Panjang, Ini Dampaknya

Dari situ, foto-foto penampakan Tonga setelah letusan gunung berapi bawah laut bisa didapatkan.

Laporan kerusakan juga telah datang dari Tonga menggunakan layanan telepon satelit.

Penerbangan pengintai juga mendeteksi kerusakan yang signifikan di pulau-pulau kecil Mango dan Fonoi, yang dihuni oleh 105 orang.

Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan rumah dan bangunan di Tonga sebelum letusan gunung berapi bawah laut.
MAXAR via CNN Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan rumah dan bangunan di Tonga sebelum letusan gunung berapi bawah laut.

Badan kemanusiaan PBB mengatakan suar marabahaya aktif telah terdeteksi dari Mangga.

Letusan gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai yang terletak sekitar 64 kilometer di utara Nuku'alofa diketahui telah merusak satu kabel serat optik bawah laut yang menyediakan layanan telepon dan internet ke pulau itu.

Baca juga: Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Operator mengatakan perbaikan kabel bisa memakan waktu dari satu sampai tiga minggu, tergantung pada tingkat kerusakan.

Pihak berwenang Tonga sendiri telah mendesak warga untuk memakai masker dan minum air kemasan karena abu vulkanik telah mengubah udara menjadi racun dan mencemari air minum segar di pulau itu.

Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan rumah dan bangunan di Tonga pada 18 Januari 2022 atau setelah letusan gunung berapi bawah laut yang telah ditutupi abu dan terjadi sejumlah kerusakan.

Maxar Tec via CNN Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan rumah dan bangunan di Tonga pada 18 Januari 2022 atau setelah letusan gunung berapi bawah laut yang telah ditutupi abu dan terjadi sejumlah kerusakan.
Pejabat militer Australia dan Selandia Baru mengatakan pesawat kargo mereka tidak dapat mengirimkan pasokan bantuan yang sangat dibutuhkan sampai landasan pacu di bandara Tonga dibersihkan dari abu.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Apa itu IPEF, Kerangka Ekonomi Baru yang Ditawarkan AS ke Asia?

Global
Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Busana Muslim Indonesia Disambut Antusias di Kazan Modest Fashion Show Rusia

Global
Dari FAB-250 hingga Bom Tandan, Ini Senjata Ilegal yang Digunakan Rusia di Ukraina

Dari FAB-250 hingga Bom Tandan, Ini Senjata Ilegal yang Digunakan Rusia di Ukraina

Global
Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Indonesia Promosi Produk Halal ke Tatarstan melalui Russia Halal Expo 2022

Global
Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Duterte ke Putin: Saya Membunuh Penjahat, Bukan Anak-anak dan Orang tua

Global
Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Seorang Pria Terobos Kedutaan Qatar di Paris dan Serang Penjaga hingga Tewas

Global
Pembaca Berita Pria Afghanistan Ikut Tutupi Wajah, Protes Tuntutan Taliban bagi Rekan Wanita

Pembaca Berita Pria Afghanistan Ikut Tutupi Wajah, Protes Tuntutan Taliban bagi Rekan Wanita

Global
Kisah Insiden Kacang 2014: Saat Penerbangan Korean Air Tertunda Hanya Gara-gara Kacang

Kisah Insiden Kacang 2014: Saat Penerbangan Korean Air Tertunda Hanya Gara-gara Kacang

Global
Pemimpin Sekte Pemuja Mayat di Thailand Ditangkap, Percaya Air Kencing Jenazah Bisa Sembuhkan Penyakit

Pemimpin Sekte Pemuja Mayat di Thailand Ditangkap, Percaya Air Kencing Jenazah Bisa Sembuhkan Penyakit

Global
3 Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina, Termasuk di Pulau Ular dan Tewasnya Para Jenderal

3 Kegagalan Rusia dalam Perang Ukraina, Termasuk di Pulau Ular dan Tewasnya Para Jenderal

Global
Nasib Tentara Rusia yang Dihukum Seumur Hidup: Di Antara Rencana Banding dan Ancaman Hukuman Balik Rusia

Nasib Tentara Rusia yang Dihukum Seumur Hidup: Di Antara Rencana Banding dan Ancaman Hukuman Balik Rusia

Global
Rusia Dituduh Lancarkan Operasi “Bumi Hangus” di Donbas, Serang Kota Tanpa Pandang Bulu

Rusia Dituduh Lancarkan Operasi “Bumi Hangus” di Donbas, Serang Kota Tanpa Pandang Bulu

Global
Puluhan Miliarder Baru Muncul dari Sektor Pangan Dunia Hanya dalam 24 Bulan, Apa Penyebabnya?

Puluhan Miliarder Baru Muncul dari Sektor Pangan Dunia Hanya dalam 24 Bulan, Apa Penyebabnya?

Global
Pria Ini Buat Rumah Anjing Mewah Seharga Rp 749 Juta, Punya Roller Coaster Khusus Anjing

Pria Ini Buat Rumah Anjing Mewah Seharga Rp 749 Juta, Punya Roller Coaster Khusus Anjing

Global
Alasan Mengapa Turki Tak Setuju Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Alasan Mengapa Turki Tak Setuju Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.