Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Taliban Penggal Kepala Manekin karena Dianggap Berhala

Kompas.com - 05/01/2022, 21:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Daily Mail

 

KABUL, KOMPAS.com - Sebuah video yang dibagikan di Twitter pada Senin (3/1/2022) menunjukkan seorang pria tak dikenal menggunakan gergaji besi untuk melepaskan kepala manekin di Afghanistan.

Setidaknya sepuluh kepala yang sudah terpenggal terlihat tergeletak di kakinya.

Dilansir Daily Mail, pekan lalu, pemilik toko di provinsi barat Herat disuruh memenggal kepala manekin mereka setelah pejabat Islam menganggap patung-patung itu sebagai berhala.

Baca juga: “Pamer Kemenangan”, Taliban Gunakan Sisa-sisa Perang Militer AS bak Trofi

Penyembahan berhala dianggap sebagai dosa besar.

Keputusan "memenggal manekin" tersebut dikeluarkan Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan di Herat.

Badan ini bertanggung jawab untuk mengelola interpretasi ketat Islam dari Taliban.

Baca juga: Agen Intelijen Taliban Buang 3.000 Liter Miras ke Kanal

Awalnya, kementerian telah memerintahkan toko-toko untuk melepas manekin sepenuhnya.

Tapi pemilik toko mengeluh, mengatakan itu akan menghancurkan bisnis kecil yang mereka miliki.

Setelah mendengarkan keluhan, Sheikh Aziz-u-Rahman, kepala kementerian, memutuskan kepala manekin harus dipotong sebagai gantinya.

Baca juga: Taliban Menjamin Keamanan Utusan Kedutaan yang Kunjungi Afghanistan

Tetapi pemilik bisnis mengatakan bahwa memenggal manekin bisa sebabkan kerugian finansial yang signifikan pada saat ekonomi Afghanistan runtuh.

Setiap manekin berharga 100, 80 atau 70 dollar AS.

Memenggal kepala manekin bisa menimbulkan kerugian finansial yang besar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Presiden Raisi Meninggal, Kedubes Iran Sampaikan Terima Kasih atas Belasungkawa Indonesia

Presiden Raisi Meninggal, Kedubes Iran Sampaikan Terima Kasih atas Belasungkawa Indonesia

Global
Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Internasional
Gelombang Panas India Capai 47,4 Derajat Celsius, Sekolah di New Delhi Tutup

Gelombang Panas India Capai 47,4 Derajat Celsius, Sekolah di New Delhi Tutup

Global
ChatGPT Tangguhkan Suara AI Mirip Scarlett Johansson

ChatGPT Tangguhkan Suara AI Mirip Scarlett Johansson

Global
Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi Parah, 1 Penumpang Tewas, 30 Terluka

Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi Parah, 1 Penumpang Tewas, 30 Terluka

Global
Rusia Tuduh AS Akan Taruh Senjata di Luar Angkasa

Rusia Tuduh AS Akan Taruh Senjata di Luar Angkasa

Global
Panglima Hamas yang Dalangi Serangan 7 Oktober Diburu di Luar Gaza

Panglima Hamas yang Dalangi Serangan 7 Oktober Diburu di Luar Gaza

Global
Teroris Serang Kantor Polisi Malaysia, Singapura Waspada

Teroris Serang Kantor Polisi Malaysia, Singapura Waspada

Global
Kesal dengan Ulah Turis, Warga Jepang Tutup Pemandangan Gunung Fuji

Kesal dengan Ulah Turis, Warga Jepang Tutup Pemandangan Gunung Fuji

Global
Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Internasional
AS Tak Berencana Kirimkan Pelatih Militer ke Ukraina

AS Tak Berencana Kirimkan Pelatih Militer ke Ukraina

Global
WNI di Singapura Luncurkan 'MISI', Saling Dukung di Bidang Pendidikan dan Pengembangan Profesional

WNI di Singapura Luncurkan "MISI", Saling Dukung di Bidang Pendidikan dan Pengembangan Profesional

Global
Sebelum Tewas, Raisi Diproyeksikan Jadi Kandidat Utama Pemimpin Tertinggi Iran

Sebelum Tewas, Raisi Diproyeksikan Jadi Kandidat Utama Pemimpin Tertinggi Iran

Global
Biden Sebut Serangan Israel Bukan Genosida Saat Korban Tewas di Gaza Capai 35.562 Orang

Biden Sebut Serangan Israel Bukan Genosida Saat Korban Tewas di Gaza Capai 35.562 Orang

Global
Israel: 4 Jenazah Sandera Diambil dari Terowongan Gaza

Israel: 4 Jenazah Sandera Diambil dari Terowongan Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com