Olimpiade Beijing: Inggris, Kanada, dan Australia Boikot Diplomatik Ikuti AS

Kompas.com - 09/12/2021, 07:32 WIB
Pengunjung Chongli, salah satu tempat Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, melewati logo Olimpiade di Chongli di Provinsi Hebei, China utara pada 13 Agustus 2020. AP PHOTO/NG HAN GUANPengunjung Chongli, salah satu tempat Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, melewati logo Olimpiade di Chongli di Provinsi Hebei, China utara pada 13 Agustus 2020.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris, Kanada, dan Australia pada Rabu (8/12/2021) mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) dengan melalukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing pada Februari.

Inggris tidak akan mengirim menteri ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ujar Perdana Menteri Boris Johnson kepada parlemen.

Alasannya adalah perselisihan mengenai banyak masalah, yang membuat hubungan antara Beijing dan London menjadi sangat serius sejak pembantaian di Lapangan Tiananmen tahun 1989.

Baca juga: Inggris Pertimbangkan Larang Menterinya Hadiri Olimpiade Beijing 2022

Alasan boikot diplomatik lainnya oleh Inggris adalah penganiayaan terhadap kelompok pro-demokrasi di Hong Kong yang merupakan bekas jajahan Inggris, dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim di wilayah Xinjiang.

Seperti negara-negara lain yang memboikot, Johnson memastikan para atlet masih akan bertanding. "Saya tidak berpikir bahwa boikot olahraga masuk akal."

Sementara itu di Ottawa, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan, para pejabatnya juga tidak akan menghadiri Olimpiade Beijing.

"Sangat prihatin dengan pelanggaran hak asasi manusia yang berulang kali dilakukan oleh pemerintah China," ujar Trudeau dikutip dari AFP.

Sebelumnya pada Rabu, Australia juga mengumumkan boikot diplomatik Olimpiade Beijing 2022.

Baca juga: 6 Olimpiade yang Pernah Diboikot, Indonesia Sempat Terlibat

Keputusan negara-negara tersebut mengikuti pengumuman AS pada Senin (6/12/2021) tentang boikot diplomatiknya, atas apa yang disebut Washington sebagai "genosida" China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang dan pelanggaran HAM lainnya.

Beijing memperingatkan Amerika Serikat akan menanggung akibatnya, sementara itu menuduh Canberra bersikap politis dan egois, serta mengikuti Washington secara membabi buta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, China tidak pernah bermaksud mengundang pejabat Australia ke Olimpiade Beijing.

"Apakah mereka datang atau tidak, tidak ada yang peduli."

Baca juga: Etnis Uighur Gembira AS Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Global
Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Global
Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Global
Mahathir Dilarikan ke RS Lagi karena Sakit Jantung, Kali Ketiga dalam Beberapa Minggu

Mahathir Dilarikan ke RS Lagi karena Sakit Jantung, Kali Ketiga dalam Beberapa Minggu

Global
Demonstrasi Terjadi di Kuala Lumpur Tuntut Pengunduran Diri Ketua KPK Malaysia

Demonstrasi Terjadi di Kuala Lumpur Tuntut Pengunduran Diri Ketua KPK Malaysia

Global
Airbus dan Boeing Dapat Saingan Baru dari Rusia dan China

Airbus dan Boeing Dapat Saingan Baru dari Rusia dan China

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.