Arab Saudi Klaim Perancis Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Khashoggi

Kompas.com - 08/12/2021, 19:30 WIB
Jaksa Turki telah mendakwa 20 warga negara Saudi atas pembunuhan mengerikan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul yang menimbulkan kecurigaan terhadap Pangeran Mohammed. AP PHOTO/LEFTERIS PITARAKISJaksa Turki telah mendakwa 20 warga negara Saudi atas pembunuhan mengerikan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul yang menimbulkan kecurigaan terhadap Pangeran Mohammed.

PARIS, KOMPAS.com - Pihak berwenang Perancis pada Rabu (8/12/2021) berusaha mengonfirmasi identitas seorang pria, yang ditangkap karena dicurigai memainkan peran kunci dalam pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada 2018, sementara Arab Saudi bersikeras pria itu adalah “korban salah identitas”.

Pria itu membawa paspor atas nama Khaled Alotaibi. Dia ditangkap oleh polisi perbatasan Perancis di bandara utama Paris pada Selasa (7/12/2021), ketika bersiap naik penerbangan ke Riyadh, kata polisi dan sumber pengadilan melansir AFP.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi Ditangkap di Paris, Kemungkinan Diekstradisi ke Turki

Pria bernama Khaled Alotaibi adalah salah satu dari 26 orang yang diadili secara “in absentia” oleh Turki, karena menjadi bagian dari regu pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Dia juga telah diberi sanksi oleh Departemen Keuangan AS atas perannya dalam pembunuhan itu.

Pria itu ditahan setelah Red Notice Interpol dikeluarkan atas permintaan Turki diaktifkan, saat ia melewati pemeriksaan paspor, kata sumber yang dekat dengan kasus tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Tetapi kedutaan Saudi di Paris mengeluarkan pernyataan pada Selasa (7/12/2021) malam yang mengatakan pria yang ditangkap "tidak ada hubungannya dengan kasus yang bersangkutan" dan menuntut pembebasannya segera.

Sebuah sumber keamanan di Arab Saudi menambahkan bahwa "Khaled Alotaibi" adalah nama yang sangat umum di kerajaan.

Sementara Alotaibi yang menurut Perancis mereka pegang, sebenarnya sedang menjalani hukuman di penjara di Arab Saudi bersama dengan "semua terdakwa dalam kasus ini".

Baca juga: Justin Bieber Diminta Batalkan Konser F1 di Arab Saudi Terkait Kasus Jamal Khashoggi

Dua puluh enam orang Saudi sekarang diadili secara “in absentia” di Istanbul atas pembunuhan dalam proses yang dimulai pada Oktober 2020. Tidak ada pejabat Saudi yang pernah diadili secara langsung di Turki atas pembunuhan tersebut.

Alotaibi juga merupakan salah satu dari 17 orang yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan AS dalam sanksi pada 2018 atas peran mereka dalam pembunuhan itu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Global
Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Global
Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.