Menteri Kolombia Ancam Kartel Narkoba: Menyerah Atau Kami Akan Memburu Anda

Kompas.com - 08/12/2021, 16:36 WIB
Foto yang dirilis Biro Pers Kepresidenan Kolombia menunjukkan salah satu gembong narkoba terkenal di sana, Dairo Antonio Usuga atau Otoniel dipamerkan di media di pangkalan militer Necocli, Kolombia, pada Sabtu 23 Oktober 2021. Colombia Presidential Press Office via APFoto yang dirilis Biro Pers Kepresidenan Kolombia menunjukkan salah satu gembong narkoba terkenal di sana, Dairo Antonio Usuga atau Otoniel dipamerkan di media di pangkalan militer Necocli, Kolombia, pada Sabtu 23 Oktober 2021.

BOGOTA, KOMPAS.com - Penangkapan gembong narkoba Dairo Antonio Usuga pada Oktober digambarkan oleh pemerintah Kolombia sebagai "serangan paling penting kepada perdagangan narkoba sejak jatuhnya Pablo Escobar".

Tidak ada yang meragukan bahwa penangkapan Usuga merupakan kemenangan signifikan bagi pasukan keamanan.

Baca juga: Biografi Otoniel: Bos Kartel Narkoba Kolombia Paling Dicari Pasca-Escobar

Tapi, beberapa orang di Kolombia mempertanyakan apakah Klan Teluk yang dipimpinnya dapat dibandingkan dengan kartel Medellín, yang dipimpin oleh Pablo Escobar dan kekuatan besar yang dimilikinya pada 1980-an dan 90-an.

Beberapa analis memperingatkan bahwa penangkapan Usuga, yang lebih dikenal dengan alias Otoniel, dapat menyebabkan lonjakan kekerasan. Pasalnya, pengedar narkoba lainnya bergegas mengisi kekosongan yang diciptakan oleh penangkapannya.

Namun dalam sebuah wawancara dengan BBC, Menteri Pertahanan Kolombia Diego Molano bersikeras penangkapan Otoniel berarti "akhir dari Klan Teluk".

Otoniel telah memerintah Klan Teluk, sebuah organisasi kriminal transnasional yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan kegiatan kriminal lainnya seperti pemerasan, dengan tangan besi.

Adapun menurut Molano, penangkapannya telah meninggalkan organisasi itu tanpa kemudi.

"Saya baru-baru ini berbicara dengan salah satu anak buah Otoniel yang telah menyerah. Dia mengatakan kepada saya: 'Dia (Otoniel) mengendalikan segalanya, dia seperti ayah kami, dia adalah orang yang tahu, orang yang mengendalikan segalanya'."

Baca juga: Bandar Narkoba Kolombia Otoniel Bakal Diekstradisi ke AS

Molano mengatakan pasukan keamanan Kolombia tidak melepaskan tekanan, sejak penangkapan Otoniel untuk alasan apa pun. Mereka sekarang sedang memburu wakilnya, yang dikenal sebagai "Siopas" dan "Evil Shorty".

Anak buah Otoniel juga bukan satu-satunya yang dikejar oleh militer dan polisi Kolombia.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temuan Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Ribuan Orang Berdemo Menentang Mandat Masker dan Vaksin di AS

Global
Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Ukraina-Rusia Makin Tegang, AS Perintahkan Warganya Segera Keluar dari Kiev

Global
Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Terungkap Syarat AS ke Iran untuk Bisa Kembali Patuh ke Kesepakatan Nuklir 2015

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.