Pemanasan Global Sebabkan Semakin Banyak Badai di Atlantik Utara

Kompas.com - 06/12/2021, 12:31 WIB
Dalam foto udara yang diambil dengan pesawat tak berawak ini, air banjir mengelilingi rumah-rumah yang rusak akibat badai, Selasa, 31 Agustus 2021, di Paroki Lafourche, La., saat warga berusaha memulihkan diri dari dampak Badai Ida. AP PHOTO/STEVE HELBERDalam foto udara yang diambil dengan pesawat tak berawak ini, air banjir mengelilingi rumah-rumah yang rusak akibat badai, Selasa, 31 Agustus 2021, di Paroki Lafourche, La., saat warga berusaha memulihkan diri dari dampak Badai Ida.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Ilmuwan iklim mengungkapkan bahwa pemanasan global menyebabkan semakin seringnya badai di Atlantik Utara.

Ahli meteorologi di Massachusetts Institute of Technology Kerry Emanuel mengatakan, dia melakukan tiga permodelan iklim yang berbeda.

Permodelan tersebut dia lakukan untuk menjawab pertanyaan apakah badai semakin sering terjadi dalam tempo 150 tahun terakhir.

Baca juga: AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

Hasil? Jumlah badai Atlantik, terutama badai besar, memang menjadi lebih sering terjadi sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (4/12/2021).

Menurut studinya tersebut, peningkatan badai di Atlantik Utara itu tak lepas dari meningkatnya suhu bumi.

Temuan itu cukup konsisten dengan catatan badai yang terlihat oleh penerbangan dan satelit, dan sebelumnya dari darat atau kapal.

Masih belum jelas mengapa peningkatan badai tersebut hanya terjadi di Atlantik, yang merupakan sekitar 12 persen dari siklon tropis dunia.

Baca juga: KTT G20 di Italia Sukses, Sepakat Atasi Pemanasan Global

Pasalnya, permodelan lain yang dia gunakan tidak menunjukkan peningkatan serupa untuk daerah rawan badai lainnya seperti Pasifik Timur atau Teluk Benggala.

Emanuel mengatakan, salah satu penjelasan yang bisa memberikan jawaban adalah kemungkinan perubahan arus laut karena pemanasan global.

Namun, dia menambahkan bahwa kemungkinan ada faktor lain selain pemanasan global dan perubahan iklim yang menyebabkan meningkatnya jumlah badai di Atlantik Utara.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Koleksi 10 Ribu Kantong Plastik Tua, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Pengintai UFO Mengklaim Lihat Penampakan UFO di Postingan Terbaru ISS

Global
Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Viral Foto Astronot Mengambang Tanpa Penambat, Fakta atau Hasil Editan?

Global
Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Nekat Selundupkan Narkoba dalam Kaleng Kacang, Pria Inggris Dijebloskan Penjara

Global
Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Elon Musk: Saya Tidak Pernah Mencuit Sesuatu yang Kontroversial

Global
Australia Sedang Menghadapi Pandemi Covid-19 Terburuknya, Catatkan Rekor Kematian

Australia Sedang Menghadapi Pandemi Covid-19 Terburuknya, Catatkan Rekor Kematian

Global
Ralph Emery, Penyiar Radio dan TV Country Kenamaan, Meninggal Dunia

Ralph Emery, Penyiar Radio dan TV Country Kenamaan, Meninggal Dunia

Global
Kapal Selam Rudal Balistik AS Merapat ke Guam di Tengah Ketegangan Indo-Pasifik

Kapal Selam Rudal Balistik AS Merapat ke Guam di Tengah Ketegangan Indo-Pasifik

Global
Iran Hukum Mati Juara Tinju yang Ikut Demo Harga BBM 2019

Iran Hukum Mati Juara Tinju yang Ikut Demo Harga BBM 2019

Global
Mengapa Kompleks Kekaisaran di Beijing Disebut Kota Terlarang?

Mengapa Kompleks Kekaisaran di Beijing Disebut Kota Terlarang?

Global
18 Januari 1919: Konferensi Perdamaian Digelar di Paris Pasca-Perang Dunia I

18 Januari 1919: Konferensi Perdamaian Digelar di Paris Pasca-Perang Dunia I

Global
Tsunami Tonga: Jasad Wanita Inggris yang Hilang Ditemukan, Tewas Saat Selamatkan Anjingnya

Tsunami Tonga: Jasad Wanita Inggris yang Hilang Ditemukan, Tewas Saat Selamatkan Anjingnya

Global
Pangeran Harry Ajukan Banding Terkait Perlindungan Polisi Inggris

Pangeran Harry Ajukan Banding Terkait Perlindungan Polisi Inggris

Global
Studi Israel Sebut Pemberian Vaksin Covid-19 Kurang Ampuh Lawan Omicron

Studi Israel Sebut Pemberian Vaksin Covid-19 Kurang Ampuh Lawan Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.