Istri Mendiang Diktator Korea Selatan, Chun Doo-hwan, Minta Maaf atas Perbuatan Suaminya

Kompas.com - 29/11/2021, 16:20 WIB
Mantan presiden Korea Selatan Chun Doo-hwan (dua dari kiri) dan istrinya, Lee Son-ja, disambut para pendukungnya saat pulang ke rumah pada 30 Desember 1990 di Seoul. Chun dan istrinya dua tahun tinggal di pengasingan kuil Buddha terpencil, setelah mereka diburu oleh banyak orang yang memprotes. AFP PHOTO/KIM JAE-HWANMantan presiden Korea Selatan Chun Doo-hwan (dua dari kiri) dan istrinya, Lee Son-ja, disambut para pendukungnya saat pulang ke rumah pada 30 Desember 1990 di Seoul. Chun dan istrinya dua tahun tinggal di pengasingan kuil Buddha terpencil, setelah mereka diburu oleh banyak orang yang memprotes.

SEOUL, KOMPAS.com - Istri mendiang diktator Korea Selatan, Chun Doo-hwan, pada Sabtu (27/11/2021) meminta maaf atas rasa sakit dan luka akibat pemerintahan suaminya.

Chun Doo-hwan dikenal brutal dalam menghancurkan lawan politik. Ia akhirnya lengser setelah dituntut paksa oleh massa dalam demonstrasi.

Pada Selasa (23/11/2021) Chun Doo-hwan meninggal di rumahnya di Seoul dalam usia 90 tahun, tapi tetap menjadi salah satu tokoh paling dibenci di Korsel.

Baca juga: Mantan Diktator Korea Selatan Chun Doo-hwan Meninggal di Usia 90 Tahun

Saat menjadi jenderal di militer, Chun Doo-hwan mengambil kendali Korea Selatan dalam kudeta setelah pembunuhan penguasa kuat Park Chung-hee pada 1979.

Chun Doo-hwan menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari 1980 hingga 1988. Ia memerintah dengan tangan besi, dikenal sebagai "Penjagal Gwangju" karena memerintahkan pasukannya menumpas pemberontakan melawan kekuasaannya pada 1980 di kota itu.

"Atas nama suami saya, saya ingin meminta maaf sedalam-dalamnya kepada mereka yang menderita rasa sakit dan luka selama masa jabatannya," kata Lee Soon-ja, istri Chun Doo-hwan, pada hari terakhir upacara pemakaman suaminya itu selama lima hari.

Kantor berita AFP melaporkan, permintaan maaf itu singkat dan tidak merinci kesalahan Chun Doo-hwan.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Global
Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Global
Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Global
FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

Global
Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Global
Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Global
POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

Global
Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Global
5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Global
China Danai Proyek 'Dubai Baru' di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

China Danai Proyek "Dubai Baru" di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

Global
Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Global
Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Global
Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.