Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Ulama Ditembak Mati, Dicurigai Terlibat Serangan Bom Bunuh Diri di Uganda

Kompas.com - 19/11/2021, 06:55 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber BBC

KAMPALA, KOMPAS.com - Pasukan keamanan di Uganda menembak mati ulama karena dicurigai terlibat dengan kelompok bersenjata yang melakukan serangan bom bunuh diri di Kampala.

Pejabat mengatakan Sheikh Muhammad Abas Kirevu telah direkrut untuk jaringan yang dijalankan oleh Pasukan Demokrat Sekutu (ADF), pemberontak yang telah berjanji setia kepada kelompok ISIS.

Melansir BBC pada Jumat (19/11/2021), Sheikh Muhammad Abas Kirevu, ulama Uganda dibunuh di luar Kampala.

Baca juga: Bom Bunuh Diri ISIS Guncang Uganda, Sedikitnya 3 Orang Tewas

Sedikitnya 4 orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka dalam serangan bom bunuh diri yang dilakukan dengan menggunakan sepeda motor di ibu kota Kampala pada Selasa (16/11/2021).

Dua puluh satu orang telah ditangkap sejak serangan bom bunuh diri pada Selasa, yang digambarkan polisi sebagai pembongkaran jaringan teroris ADF di Kampala dan di seluruh negeri Uganda.

Juru bicara polisi Fred Enanga mengatakan 13 tersangka, termasuk beberapa anak-anak, dicegat ketika mencoba menyeberangi perbatasan ke Kongo.

Pada Rabu (17/11/2021), 4 tersangka yang melalukan operasi ADF dilaporkan tewas di dekat perbatasan.

Perburuan juga sedang berlangsung untuk ulama bernama Sheikh Suleiman Nsubuga, yang dituduh melatih teroris, meradikalisasi calon rekrutan, dan menyediakan bahan untuk membuat alat peledak improvisasi.

Baca juga: Serangan Bom Kembar Hantam Ibu Kota Uganda

Serangan bom bunuh diri pada Selasa adalah yang terbaru dalam sejumlah ledakan baru-baru ini di Kampala.

Pada Oktober, seorang pelayan berusia 20 tahun tewas setelah sebuah perangkat ditinggalkan di tas belanja, dan meledak di sebuah bar di kota Kampala.

Beberapa hari kemudian beberapa orang terluka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di sebuah bus dekat Kampala. Polisi mengatakan keduanya terkait dengan ADF.

Pelaku bom bunuh diri pada Selasa (16/11/2021) menandai serangan terbesar yang dikaitkan dengan ADF di Uganda sejak menjalin hubungan dengan ISIS.

Militan ADF dibentuk di Uganda pada 1990-an, tetapi sekarang berbasis di Republik Demokratik Kongo. Sejak berjanji setia kepada ISIS pada 2019, ADF semakin banyak melakukan serangan atas nama kelompok teroris tersebut.

Baca juga: Polisi Inggris: Bom Bunuh Diri Liverpool Sudah Direncanakan 7 Bulan Sebelumnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

Global
Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Global
Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Global
Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Global
Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan 'Obat Zombie' di Kota Perbatasan

Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan "Obat Zombie" di Kota Perbatasan

Global
Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Global
Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Global
Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Paus Fransiskus: Saya Sangat Menderita atas Perang di Gaza

Global
Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Saat Israel Berada di Ambang Serangan Balasan Iran...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com