Korea Utara Minta Perang Korea Harus Dilanjutkan Selama AS Masih Memusuhi

Kompas.com - 24/09/2021, 12:32 WIB
Tentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai. JUNG YEON-JE / AFPTentara Korea Selatan berjaga di desa Panmunjom, zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berhenti karena perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menyatakan, Perang Korea tidak akan berakhir dan tetap berlanjut selama AS masih memusuhi mereka.

Pyongyang menanggapi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang menyerukan konflik dengan "saudara tua" diakhiri.

Dalam pidato di Sidang Umum PBB Selasa (21/9/2021), Moon menawarkan bersama AS dan China, duo Korea akan mengumumkan berakhirnya perang.

Baca juga: PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Moon meminta supaya pihak-pihak yang berkepentingan mengumumkan berakhirnya Perang Korea sebagai babak baru upaya rekonsiliasi dan kerja sama.

"Korea Utara, untuk perannya, harus siap untuk berubah demi kepentingan komunitas global," ujar Presiden Moon.

Dia mengharapkan seluruh dunia bersedia untuk mengajari dan membimbing negara pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senada dengan Moon, Presiden AS Joe Biden dalam Sidang Umum PBB menekankan diplomasi berkelanjutan untuk menyelesaikan krisis dua Korea.

Pernyataan Moon terjadi sepekan setelah dua Korea dilaporkan melakukan tes rudal balistik dalam rentang beberapa jam.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Ri Thae Song menanggapi dengan menyatakan, tawaran deklarasi Moon terlalu prematur.

Baca juga: Gambar Satelit Tangkap Aktivitas Korea Utara Memperluas Fasilitas Nuklir Yongbyon

Dilansir Daily Mirror Kamis (23/9/2021, dia berujar tidak ada jaminan AS akan mengendurkan tekanan terhadap Pyongyang.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.