Upaya Kudeta Digagalkan, Jenderal Top Sudan Langsung Ditangkap

Kompas.com - 23/09/2021, 05:33 WIB
Demonstran mendirikan barikade di jalan dan menuntut agar Dewan Militer Transisi negara itu menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil di Khartoum, Sudan, Senin (3/6/2019). (REUTERS) STRINGERDemonstran mendirikan barikade di jalan dan menuntut agar Dewan Militer Transisi negara itu menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil di Khartoum, Sudan, Senin (3/6/2019). (REUTERS)

KHARTOUM, KOMPAS.com – Sudan menangkap Mayor Jenderal Abdul-Baqi Hassan Osman karena memimpin upaya kudeta yang digagalkan.

Pengumuman itu disampaikan Dewan Keamanan dan Pertahanan Sudan pada Selasa (21/9/2021) sebagaimana dilansir Xinhua.

Selain Hassan Osman, Dewan Keamanan dan Pertahanan Sudan juga menangkap 22 perwira militer lainnya dari pangkat yang berbeda.

Baca juga: Muncul 29 Jenazah Manusia di Sungai, Sudan Panggil Dubes Etiopia

Selain itu, sejumlah tentara berpangkat lebih rendah juga ditangkap pihak berwenang.

Setelah melakukan penangkapan, Dewan Keamanan dan Pertahanan Sudan mengadakan pertemuan darurat yang dipimpin oleh Ketua Dewan Berdaulat Sudan Abdel Fattah Al-Burhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertemuan tersebut membahas situasi keamanan di Sudan menyusul upaya kudeta yang digagalkan.

Menteri Pertahanan Sudan Yassin Ibrahim Yassin mengatakan, upaya kudeta tersebut bertujuan untuk merebut kekuasaan.

Baca juga: Sudan Selatan Kembalikan 72.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Covax

"Penyelidikan awal menunjukkan bahwa percobaan kudeta bertujuan untuk merebut kekuasaan dan merusak masa transisi saat ini," kata Yassin dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, pihak berwenang Sudan mengumumkan telah menggagalkan upaya kudeta yang dilakukan oleh sekelompok perwira angkatan bersenjata dari sisa-sisa rezim sebelumnya.

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok menuturkan, upaya kudeta yang digagalkan itu diatur oleh unsur-unsur di dalam dan di luar tentara.

Sementara itu, negara tetangga Sudan, Sudan Selatan, pada Rabu (22/9/2021) mengutuk percobaan kudeta yang digagalkan tersebut.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Serang Kamp Pengungsi di Sudan, 80 Orang Tewas

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Xinhuanet
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.