Karena Covid-19, Taksi di Thailand yang Menganggur Dipakai Bertani

Kompas.com - 22/09/2021, 21:55 WIB
Inilah taksi-taksi di Bangkok, Thailand yang disulap untuk kepentingan bertani. Covid-19 membuat kendaraan itu beralih rupa supaya para pengemudi tak kelaparan. EPA via BBC IndonesiaInilah taksi-taksi di Bangkok, Thailand yang disulap untuk kepentingan bertani. Covid-19 membuat kendaraan itu beralih rupa supaya para pengemudi tak kelaparan.

BANGKOK, KOMPAS.com - Di sebuah lahan parkir di ibu kota Thailand berbagai tanaman sayur tumbuh di atap sejumlah taksi.

Pengetatan aturan terkait pandemi Covid-19 menyebabkan Kota Bangkok yang biasanya ramai kendaraan mendadak sepi. Situasi ini membuat para pengemudi taksi kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Menkes Brasil yang Positif Covid-19 Sempat Salaman dengan PM Inggris

Banyak pengemudi kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan meninggalkan taksi mereka di lahan parkir. Jumlahnya sangat banyak dan berwarna-warni.

Sebuah perusahaan taksi melihat peluang dari pemandangan tersebut. Mereka menggunakan atap-atap kendaraan di lahan parkir sebagai lahan tanaman sayur, yang hasilnya diharapkan dapat memberi makan pengemudi taksi yang menganggur dan karyawan-karyawan lain.

Para pegawai Ratchaphruek Taxi Cooperative menciptakan taman mini dengan membentangkan kantong sampah hitam yang diikatkan pada bingkai bambu pada atas atap mobil. Bentangan tersebut lantas diisi dengan tanah.

Mereka kemudia menanam beragam tanaman sayur, termasuk cabai, mentimun, dan labu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu para pengemudi dan, kalau ada sayuran sisa, bisa dijual ke pasar setempat.

Para pengemudi taksi di Bangkok biasanya mengandalkan wisatawan namun pengetatan syarat masuk ke Thailand membuat pemasukan mereka nyaris nol.

"Ini adalah pilihan terakhir kami," kata Thapakorn Assawalertkun, salah satu pemilik perusahaan kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan, banyak pengemudi masih berutang setoran.

"Menanam sayur pada atap mobil tidak akan merusak taksi karena sebagian besar sudah rusak sangat parah dan tidak bisa diperbaiki. Mesinnya rusak, bannya kempes. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan," pungkasnya.

Baca juga: Menkes Brasil Positif Covid-19 Setelah Dampingi Presiden Bolsonaro dalam Sidang Umum PBB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.