Video Penembakan di Universitas Rusia, Mahasiswa Panik Lompat dari Jendela

Kompas.com - 20/09/2021, 16:24 WIB
Orang-orang berdiri di belakang pagar Universitas Perm, Rusia, bersama garda nasional setempat pada Senin (20/9/2021). Seorang mahasiswa menembaki kampus tersebut pada Senin pagi yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai sejumlah korban. AP PHOTO/ANASTASIA YAKOVLEVAOrang-orang berdiri di belakang pagar Universitas Perm, Rusia, bersama garda nasional setempat pada Senin (20/9/2021). Seorang mahasiswa menembaki kampus tersebut pada Senin pagi yang menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai sejumlah korban.

PERM, KOMPAS.com - Penembakan di kampus Rusia pada Senin (20/9/2021) membuat para mahasiswa panik, sampai mereka lompat keluar dari jendela.

Sejauh ini diberitakan, setidaknya delapan orang tewas akibat penembakan universitas Rusia dan beberapa korban luka-luka.

Insiden ini terjadi di Universitas Negeri Perm pada Senin pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat, dan merupakan penembakan massal kedua di fasilitas pendidikan Rusia selama 2021.

Baca juga: Penembakan di Kampus Rusia, Mahasiswa Bersenjata Tewaskan 8 Orang

BBC melaporkan, Universitas Negeri Perm terletak sekitar 1.300 kilometer dari timur ibu kota Moskwa.

Pelaku terekam kamera mengenakan pakaian taktis hitam, termasuk helm, membawa senjata, dan berjalan masuk kampus.

Dari video yang diunggah REN TV Channel di Twitter, tampak para mahasiswa dan dosen melemparkan barang-barang dari jendela gedung-gedung di kampus, lalu melompat untuk melarikan diri dari penembak.

Baca juga: 7 Anak Tewas dalam Penembakan Sekolah Rusia, Tersangka Seorang Pemuda

Beberapa laporan yang dikutip BBC mengatakan, pria bersenjata itu menulis di media sosial bahwa dia bertindak sendiri dan tidak memiliki motif politik atau agama.

Salah satu profesor Universitas Perm, Ivan Pechishchev, mengatakan kepada BBC bahwa dia melihat mahasiswa berlarian dari sebuah gedung, dan orang-orang melompat keluar dari jendela lantai dua saat dia menuju ke kelas.

"Mereka melompat keluar dengan ngeri, berteriak," katanya.

"Salah satu mahasiswa bilang ke saya itu adalah penembakan. Saya mendengar suara tembakan, semua orang mulai berhamburan ke arah yang berbeda. Saya datangi para mahasiswa saya di gedung kedua dan terus mendengar tembakan."

Menurut Prof Pechishchev, ada sekitar 10 bangunan di kampus Universitas Perm. Dinas keamanan langsung menutup semua bangunan dan lorong.

Universitas Perm mengunggah pesan di jejaring sosial yang mendesak para mahasiswa di gedung untuk tetap di ruang kelas.

Baca juga: Penembakan Massal di Illinois AS Lukai 12 Orang, Pelaku Tertabrak Kereta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.