6 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Gali Terowongan sejak Desember 2020

Kompas.com - 16/09/2021, 12:40 WIB
Polisi dan sipir penjara memeriksa lokasi pelarian enam milisi Palestina di luar Penjara Gilboa di utara Israel, Senin, 6 September 2021. Pasukan israel menggelar pencarian setelah para tahanan kabur dari lubang yang digali di toilet. AP PHOTO/SEBASTIAN SCHEINERPolisi dan sipir penjara memeriksa lokasi pelarian enam milisi Palestina di luar Penjara Gilboa di utara Israel, Senin, 6 September 2021. Pasukan israel menggelar pencarian setelah para tahanan kabur dari lubang yang digali di toilet.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Keenam milisi Palestina yang kabur dari penjara Israel berkeamanan tinggi bulan ini, sudah menggali terowongan sejak Desember 2020.

Hal tersebut diungkap pengacara dari dua tahanan kabur yang ditangkap lagi pada Rabu (15/9/2021).

Sebanyak enam milisi Palestina kabur dari penjara Gilboa di Israel utara pada 6 September, dengan menggali terowongan di bawah wastafel sel mereka.

Baca juga: 6 Milisi Palestina Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi Israel

Pasukan keamanan Israel lalu melancarkan perburuan besar-besaran di Israel serta Tepi Barat, kemudian berhasil menangkap kembali empat di antaranya.

Pengacara dari salah dua yang ditangkap kembali, Mahmud Abdullah Ardah dan Yaqub Qadri, pada Rabu mengungkapkan rincian pelarian mereka.

"Mahmud mengatakan kepada saya dia mulai menggali (terowongan) pada Desember," kata pengacaranya, Roslan Mahajana, kepada AFP setelah mengunjunginya di tahanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ardah mengaku sebagai arsitek pelarian itu, dengan berkata dia menggunakan sendok, piring, bahkan pegangan ketel untuk menggali terowongan dari sel penjaranya.

"Mereka mulai menanyainya setelah penangkapannya, karena mereka yakin dialah yang merencanakan dan melaksanakan operasi itu," lanjut Mahajana.

Baca juga: Kabur dari Penjara Israel Berkeamanan Tertinggi, 6 Milisi Palestina Gali Lubang di Toilet

Pengacara Qadri juga memberikan laporan serupa tentang pelarian mereka.

"Qadri mengatakan kepada saya bahwa proses ini dimulai pada 14 Desember dan itulah yang dia katakan kepada penyelidik Israel," kata Hanane Khatib, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dalam wawancara dengan televisi Palestina, pengacara tersebut mengatakan, kliennya "Sangat senang meskipun dia ditangkap karena dia bisa berkeliaran selama lima hari".

Pengacara juga mengungkapkan, para napi itu sebenarnya tidak berencana melarikan diri pada 6 September, tetapi tiba-tiba melakukannya karena takut penjaga curiga saat melihat perubahan di sel mereka.

Baca juga: 6 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Dianggap sebagai Pahlawan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.