Pemimpin Tertinggi Iran Sebut AS "Rubah Licik" Atas Kondisi Kacau Afghanistan Sekarang

Kompas.com - 29/08/2021, 23:16 WIB
Warga sipil Afghanistan korban ledakan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, dirawat di rumah sakit pada Kamis (26/8/2021). Dua pembom dan bersenjata menyerang kerumunan orang yang menunggu evakuasi di luar bandara. AP PHOTO/MOHAMMAD ASIF KHANWarga sipil Afghanistan korban ledakan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, dirawat di rumah sakit pada Kamis (26/8/2021). Dua pembom dan bersenjata menyerang kerumunan orang yang menunggu evakuasi di luar bandara.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei mengatakan bahwa kondisi kacau Afghanistan sekarang adalah hasil dari sikap AS yang seperti "rubah licik".

Khamenei mengatakan pada Sabtu (28/8/2021), sedih atas serangan bom bunuh diri di luar bandara Kabul pada Kamis (26/8/2021), yang telah menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 personil militer AS.

"Masalah dan kesulitan ini adalah pekerjaan orang Amerika yang selama 20 tahun menduduki negara itu dan memberlakukan berbagai kekejaman pada rakyatnya," katanya, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Sabtu (28/8/2021).

Sejak invasi Barat yang dipimpin AS di Afghanistan pada 2001, Donald Trump pada 2020 akan menarik pasukan militernya secara bersyarat dengan Taliban yang tertuang dalam perjanjian Doha.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Biden Serigala Pemangsa Tak Beda dengan Trump

Kemudian di bawah Presiden Joe Biden, jadwal penarikan pasukan AS diikuti sekutu dan NATO dipercepat secara mendadak di saat pemerintahan Afghanistan tidak mampu menghadapi ancaman milisi Taliban. Tak berselang lama dari penarikan besar-besaran pasukan asing, Taliban dengan cepat mengambilalih kekuasaan. 

"AS tidak mengambil satu langkah pun untuk kemajuan Afghanistan. Jika Afghanistan hari ini tidak tertinggal dalam hal perkembangan sosial dan sipil dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu, hal itu tidak terjadi," cercanya soal kondisi Afghanistan saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Serangan bom bunuh diri pada Kamis itu diklaim telah dilakukan oleh ISIS-K, kelompok militan yang bertentangan dengan Taliban.

Presiden Biden bersumpah untuk membalas serangan itu. Militer AS pada Jumat (27/8/2021) mengirimkan serangan balasan dari pesawat nirawak yang menargetkan perencana ISIS-K atas bom bunuh diri itu.

Kapten Bill Urban dari Komando Pusat meyakinkan bahwa serangan balasan itu tepat sasaran dan tidak melukai warga sipil.

Baca juga: AS Keluarkan Peringatan Bandara Kabul dalam Ancaman Serangan Lagi

"Serangan udara tak berawak terjadi di Provinsi Nangarhar Afghanistan. Indikasi awal adalah kami membunuh target," kata Bill Urban seperti yang diwartakan AFP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Global
Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Global
Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Global
Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Global
Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Global
Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Global
Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Taliban Akan Umumkan Izin Sekolah Menengah bagi Anak Perempuan Afghanistan

Global
UNIK GLOBAL: Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra | Ibu Ketagihan Adakan Pesta Seks untuk Anaknya

UNIK GLOBAL: Suami Bunuh Istri dengan Ular Kobra | Ibu Ketagihan Adakan Pesta Seks untuk Anaknya

Global
Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Global
Seorang Ibu Tewas Setelah Lompat dari Ketinggian 25 Meter untuk Jajal Olahraga Ekstrem

Seorang Ibu Tewas Setelah Lompat dari Ketinggian 25 Meter untuk Jajal Olahraga Ekstrem

Global
Arab Saudi Longgarkan Aturan Pembatasan Covid-19 Mulai 17 Oktober 2021

Arab Saudi Longgarkan Aturan Pembatasan Covid-19 Mulai 17 Oktober 2021

Global
Tembaki Warga Sipil, 8 Tentara Brasil Dijatuhi Hukuman Penjara Lebih dari 20 Tahun

Tembaki Warga Sipil, 8 Tentara Brasil Dijatuhi Hukuman Penjara Lebih dari 20 Tahun

Global
Karakteristik atau Ciri-ciri Globalisasi

Karakteristik atau Ciri-ciri Globalisasi

Global
Australia Kekurangan Petani, PNS Ditawari Cuti Berbayar untuk Bantu Panen

Australia Kekurangan Petani, PNS Ditawari Cuti Berbayar untuk Bantu Panen

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.