Pengunjuk Rasa Hong Kong Dijerat UU Baru, Bisa Dihukum Seumur Hidup

Kompas.com - 28/07/2021, 13:09 WIB
Seorang pengunjuk rasa memakai topen Guy Fawkes mengibarkan bendera saat demonstrasi Hari Hak Asasi Manusia, yang diselenggarakan oleh Civil Human Right Front, di Hong Kong, China, Minggu (8/12/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish SiddiquiSeorang pengunjuk rasa memakai topen Guy Fawkes mengibarkan bendera saat demonstrasi Hari Hak Asasi Manusia, yang diselenggarakan oleh Civil Human Right Front, di Hong Kong, China, Minggu (8/12/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Seorang pengunjuk rasa Hong Kong pada Selasa (27/7/2021), dihukum dalam persidangan pertama di bawah undang-undang keamanan nasional kota yang baru.

Tong Ying-kit didakwa oleh hakim Esther Toh, Anthea Pang, dan Wilson Chan dengan tuduhan menghasut pemisahan diri dan terorisme.

Dilansir Reuters, ini terjadi setelah terdakwa menabrak tiga polisi anti huru hara dengan sepeda motornya, sambil membawa bendera bertuliskan "Bebaskan Hong Kong, revolusi zaman kita."

Baca juga: Polisi Hong Kong Tangkap Mantan Editor Tinggi Surat Kabar Apple Daily

Pria berusia 24 tahun itu mengaku tidak bersalah.
Pengacaranya berargumen bahwa bendera tidak menyerukan pemisahan diri, dan dia tidak bermaksud bertemu petugas.

Persidangan ini tidak memiliki juri, dan Tong ditolak dengan jaminan. Sebuah keputusan yang tidak biasa di bawah undang-undang keamanan yang baru.

Dilansir AP, dalam pembacaan putusan, Hakim Esther Toh mengatakan Tong "melakukan kegiatan teroris yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kegagalan terdakwa untuk berhenti di semua garis pemeriksaan polisi, dan akhirnya menabrak polisi, merupakan tantangan yang disengaja yang dipasang terhadap polisi, simbol hukum, dan ketertiban Hong Kong," begitu bunyi putusan penuh.

Baca juga: Biden Minta Perusahaan AS di Hong Kong Untuk Hati-hati, Mengapa?

Sidang hukuman Tong ditetapkan pada Kamis (29/7/2021), di mana akan diputuskan apakah dia mendapat hukuman maksimum untuk kejahatan tersebut, yaitu penjara seumur hidup.

Pengacara Tong Clive Grossman mengatakan pada Reuters bahwa mereka belum memutuskan soal pengajuan banding putusan.

Amnesty International telah mengutuk keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah "awal dari akhir kebebasan berekspresi di Hong Kong".

Baca juga: 3 Remaja Didakwa Berencana Meledakkan Hong Kong

"Orang-orang harus bebas menggunakan slogan politik selama protes, dan Tong Ying-kit tidak boleh dihukum karena menggunakan haknya untuk kebebasan berbicara," kata Direktur Regional Asia-Pasifik Yamini Mishra.

"Sangat jelas bahwa dia seharusnya tidak pernah didakwa dengan pelanggaran keamanan nasional dengan kemungkinan hukuman seumur hidup," tambahnya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kontestan “Idol Afghanistan” yang Kabur dari Taliban Demi Bisa Tetap Bernyanyi

Kisah Kontestan “Idol Afghanistan” yang Kabur dari Taliban Demi Bisa Tetap Bernyanyi

Global
Karena Covid-19, Taksi di Thailand yang Menganggur Dipakai Bertani

Karena Covid-19, Taksi di Thailand yang Menganggur Dipakai Bertani

Global
Mayat Membusuk Ditemukan di Bawah Trotoar, Mulutnya Dilakban dan Tangan Terikat Tali

Mayat Membusuk Ditemukan di Bawah Trotoar, Mulutnya Dilakban dan Tangan Terikat Tali

Global
Kena Kondisi Medis Aneh, Pria Ini Ejakulasi di Anus dan Buang Air Besar di Alat Kelamin

Kena Kondisi Medis Aneh, Pria Ini Ejakulasi di Anus dan Buang Air Besar di Alat Kelamin

Global
PM Pakistan: Melarang Gadis Afghanistan ke Sekolah Tidak Islami

PM Pakistan: Melarang Gadis Afghanistan ke Sekolah Tidak Islami

Global
Pemimpin Perlawanan Anti-Taliban Lari ke Tajikistan Setelah Taliban Kuasai Lembah Panjshir

Pemimpin Perlawanan Anti-Taliban Lari ke Tajikistan Setelah Taliban Kuasai Lembah Panjshir

Global
Coba Memahami China sebagai Negara Super Power

Coba Memahami China sebagai Negara Super Power

Global
Ibu dan Anak Lakukan Operasi Pengencangan Bokong Ilegal, Wanita Ini Tewas

Ibu dan Anak Lakukan Operasi Pengencangan Bokong Ilegal, Wanita Ini Tewas

Global
Anak Anjing Ini Diculik Monyet Liar, Disandera Selama 3 Hari

Anak Anjing Ini Diculik Monyet Liar, Disandera Selama 3 Hari

Global
Kontes Bangunan Terjelek di China Dimulai, Hotel Boneka Raksasa hingga Gereja Biola Jadi Kandidat

Kontes Bangunan Terjelek di China Dimulai, Hotel Boneka Raksasa hingga Gereja Biola Jadi Kandidat

Global
Dapat Tekanan Kaum Progresif, Demokrat Hapus Pendanaan Iron Dome Israel Rp 14,2 Triliun

Dapat Tekanan Kaum Progresif, Demokrat Hapus Pendanaan Iron Dome Israel Rp 14,2 Triliun

Global
Dituduh Mata-mata, 9 Pria Ini Dieksekusi Mati di Yaman di Hadapan Publik

Dituduh Mata-mata, 9 Pria Ini Dieksekusi Mati di Yaman di Hadapan Publik

Global
Selebgram Gabby Petito Dipastikan Tewas, Polisi Geledah Rumah Tunangannya yang Menghilang

Selebgram Gabby Petito Dipastikan Tewas, Polisi Geledah Rumah Tunangannya yang Menghilang

Global
Petugas Perbatasan AS Terekam Gunakan Kuda dan Cambuk Saat Tangani Migran

Petugas Perbatasan AS Terekam Gunakan Kuda dan Cambuk Saat Tangani Migran

Global
Di Usia 60 Tahun, Wapres Suriname Jadi Pemain Sepak Bola Profesional

Di Usia 60 Tahun, Wapres Suriname Jadi Pemain Sepak Bola Profesional

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.