China Bantah Tuduhan WHO Halangi Penyelidikan Asal-usul Covid-19

Kompas.com - 16/07/2021, 23:32 WIB
Petugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan, ketika anggota tim WHO yang menyelidiki asal-usul Covid-19 melakukan kunjungan ke institut di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 3 Februari 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - China pada Jumat (16/7/2021) membantah tuduhan WHO yang mengatakan mereka gagal membagikan data mentah yang dibutuhkan untuk menyelidiki asal-usul Covid-19.

WHO menghadapi tekanan yang meningkat untuk penyelidikan baru yang mendalam tentang asal-usul pandemi Covid-19, setelah WHO mengirimkan tim ahli internasional independen ke Wuhan, China pada Januari 2021.

Baca juga: WHO Minta China Lebih Bekerja Sama Selidiki Asal-usul Covid-19

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Kamis (15/7/2021), bahwa salah satu tantangan utama selama tahap pertama penyelidikan "data mentah tidak dibagikan", dan mendesak China untuk "transparan, terbuka, dan kooperatif" dalam tahap kedua penyelidikan.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian bersikeras bahwa negaranya telah mengizinkan para ahli "untuk melihat data asli yang membutuhkan perhatian khusus", meskipun "beberapa informasi melibatkan privasi pribadi dan tidak dapat disalin serta dibawa ke luar negeri".

Baca juga: Tanpa China, Ilmuwan Yakin Investigasi Asal Usul Covid-19 Masih Mungkin dengan Cara Ini

Zhao juga menepis klaim Tedros tentang teori bahwa Covid-19 berasal dari virus yang bocor dari laboratorium virologi di kota China tengah, seperti yang dilansir dari AFP pada Jumat (16/7/2021). 

Tim ahli yang telah mengunjungi China "setuju atas hipotesis bahwa kebocoran laboratorium yang menyebabkan wabah, sangat tidak mungkin".

Baca juga: China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Zhao kemudian memperingatkan bahwa "masalah ini tidak boleh dipolitisasi."

Awalnya, teori kebocoran dari laboratorium disebut sebagai teori konspirasi sayap kanan, dan ditolak keras oleh Beijing.

Sementara, gagasan bahwa Covid-19 mungkin muncul dari kebocoran laboratorium telah meningkat, terutama di Amerika Serikat.

Baca juga: WHO Desak China Transparan dan Kooperatif Pecahkan Misteri Asal-usul Covid-19

China secara konsisten mengecam setiap saran bahwa kebocoran laboratorium itu mungkin karena bermotivasi politik dan tidak ilmiah.

Namun, Tedros menekankan pada Kamis (15/7/2021) bahwa penyelidikan lebih lanjut diperlukan sebelum hipotesis itu diabaikan secara definitif.

Baca juga: Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

POPULER GLOBAL: Penumpang Gelap di Roda Pesawat | Presiden Armenia Mundur

Global
Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Temui Perwakilan Barat di Norwegia, Taliban Minta Aset Dicairkan

Global
Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Efek Ghozali: Bagaimana Cara Menjual NFT dan Apakah Transaksinya Aman?

Internasional
Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Wanita Ini Memaksa Seorang Ibu untuk Menjual Anaknya dengan Menawarkan Rp7,1 Miliar

Global
Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Setelah Kisahnya Tersebar, Rohana Mengaku Dapat Tawaran Kuliah dari 2 Universitas di Malaysia

Global
NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

NASA: Letusan Gunung Api Tonga Ratusan Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima

Global
China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

China Cabut Lockdown di Xi'an Jelang Olimpiade Beijing

Global
Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Pemburu Harta Karun Amatir Berhasil Gali Tumpukan Emas Celtic Berusia 2.000 Tahun

Global
Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Jean-Jacques Savin, Petualang Perancis Tewas dalam Misi Mendayung Solo Melintasi Atlantik

Global
Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Selama 2021, China Menghukum Lebih dari 600.000 Pejabat, Ini Alasannya

Global
UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

UEA Cegat 2 Rudal Balistik yang Ditembakkan Houthi dari Yaman

Global
China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

China Terbangkan 39 Pesawat Tempur ke ADIZ Taiwan, Terbanyak Kedua yang Tercatat

Global
Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Usai Mundur dari Pilpres Italia, Silvio Berlusconi Masuk Rumah Sakit Lagi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.