Kompas.com - 14/06/2021, 19:02 WIB
Para pengunjuk rasa berkepala raksasa yang menggambarkan pemimpin G7 berpose setelah demonstrasi di pantai di luar pertemuan G7 di St. Ives, Cornwall, Inggris, Minggu, 13 Juni 2021. AP PHOTO/JON SUPERPara pengunjuk rasa berkepala raksasa yang menggambarkan pemimpin G7 berpose setelah demonstrasi di pantai di luar pertemuan G7 di St. Ives, Cornwall, Inggris, Minggu, 13 Juni 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - China mengecam pernyataan bersama oleh para pemimpin G7 yang menyudutkan Beijing atas berbagai masalah dalam negeri negara itu, dan mendesak kelompok itu berhenti memfitnah negaranya.

Pada Minggu (13/6/2021), para pemimpin G7 menyorot semua masalah yang sangat sensitif untuk Beijing dalam penyataan bersama G7 2021 di Cornwall, Inggris.

Baca juga: Inspirasi Energi: G7 Kembali Berkomitmen untuk Energi Bersih

G7 meminta China mengatasi masalah hak asasi manusia di wilayah mayoritas Muslim Xinjiang, dan menyerukan Hong Kong untuk menjaga otonomi tingkat tinggi.

Kelompok tujuh negara kekuatan terbesar dunia itu juga menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Atas desakan itu, Kedutaan China di London menyatakan ketidakpuasannya, dan dengan tegas menentang penyebutan Xinjiang, Hong Kong dan Taiwan yang dinilai memutarbalikkan fakta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

China memandang pernyataan G7 itu sebagai "niat jahat dari beberapa negara seperti Amerika Serikat".

Dengan pandemi Covid-19 yang masih berkecamuk dan ekonomi global yang lesu, komunitas internasional membutuhkan persatuan dan kerja sama semua negara daripada sekadar politik kekuatan "kelompok eksklusif" yang menabur perpecahan, tambahnya.

Kedutaan China juga menyatakan bahwa “Negeri Tirai Bambu” adalah negara cinta damai yang menganjurkan kerja sama, tetapi juga memiliki batasan.

"Urusan internal China tidak boleh diintervensi, reputasi China tidak boleh difitnah, dan kepentingan China tidak boleh dilanggar," tambahnya.

"Kami akan dengan tegas membela kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional kami, dan dengan tegas melawan semua jenis ketidakadilan dan pelanggaran yang dikenakan pada China."

Baca juga: Presiden Ukraina Gembira G7 Dukung Negaranya atas Rusia

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Global
Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Global
Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Global
Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Global
Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Global
Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Global
Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Global
Penembakan di Pentagon, 1 Orang Polisi Tewas

Penembakan di Pentagon, 1 Orang Polisi Tewas

Global
'Ada Mayat-mayat di Jalan' Saat Perang Antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan Semakin Berkobar

"Ada Mayat-mayat di Jalan" Saat Perang Antara Taliban dan Pemerintah Afghanistan Semakin Berkobar

Global
Kisah Perang: The Great Emu War, Ketika Australia Keok Melawan Burung

Kisah Perang: The Great Emu War, Ketika Australia Keok Melawan Burung

Internasional
Atlet Belarus yang Diusir dari Tim Olimpiade Mengaku Bakal Dihukum jika Pulang ke Negaranya

Atlet Belarus yang Diusir dari Tim Olimpiade Mengaku Bakal Dihukum jika Pulang ke Negaranya

Global
Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Global
Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Global
Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Global
Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Global
komentar
Close Ads X