Pemerintah Suriah Naikkan Harga Bahan Bakar 3 Kali Lipat di Tengah Krisis Ekonomi

Kompas.com - 12/07/2021, 14:40 WIB
Pendukung Presiden Suriah Bashar Assad mengangkat bendera nasional dan gambar Assad saat mereka merayakannya di Omayyad Square, di Damaskus, Suriah, Kamis, 27 Mei 2021. AP PHOTO/HASSAN AMMARPendukung Presiden Suriah Bashar Assad mengangkat bendera nasional dan gambar Assad saat mereka merayakannya di Omayyad Square, di Damaskus, Suriah, Kamis, 27 Mei 2021.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Pemerintah Suriah naikkan harga roti dan bahan bakar di tengah krisis keuangan negara yang dilanda peperangan selama lebih dari satu dekade.

Harga roti berlipat ganda dan harga solar hampir 3 kali lipat pada Minggu, menurut kantor resmi pemerintah, SANA.

Pemerintah Suriah memutuskan kenaikan harga pada Minggu (11/7/2021), beberapa hari setelah Damaskus mengumumkan kenaikan harga bensin sebesar 25 persen.

Baca juga: PBB: Lonjakan Harga Pangan Picu Kenaikan 40 Persen Kelaparan Global

Pemerintah Presiden Bashar Al-Assad telah berulang kali menaikkan harga bahan bakar dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatasi krisis keuangan yang dipicu oleh perang dan diperparah oleh serentetan sanksi Barat.

"Ini semua sudah diperkirakan dan sekarang kami khawatir akan kenaikan lebih lanjut dalam harga...makanan dan obat-obatan," kata warga Damaskus Wael Hammoud (41 tahun) kepada AFP.

Melansir Al Jazeera pada Minggu (11/7/2021), bersamaan dengan kenaikan harga itu Presiden Al-Assad meningkatkan gaji pegawai negeri 50 persen dan menetapkan upah minimum 71,515 warga Suriah per bulan naik dari 18 dollar AS (sekitar Rp 260.700) menjadi 28 dollar AS (sekitar Rp 405.500).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam dekrit kedua, Al-Assad menaikkan uang pensiun pegawai negeri dan militer sebesar 40 persen, menurut SANA.

Baca juga: Harga Daging Meroket, Warga Lebanon Jadi Vegan

Daftar harga yang diterbitkan oleh kantor berita negara tersebut pada Sabtu (10/7/2021) malam waktu setempat, menunjukkan 1 liter bahan bakar diesel sekarang seharga 500 poundsterling Suriah (sekitar Rp 5.700), naik dari 180 poundsterling Suriah (sekitar Rp 2.000).

Mustafa Haswiya, dari Perusahaan Penyimpanan dan Distribusi Produk Minyak Suriah, mengatakan 80 persen kebutuhan hidrokarbon Suriah dibeli dari luar negeri menggunakan mata uang asing.

"Peningkatan harga perlu dilakukan untuk mengurangi biaya impor," dikutip dari SANA.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.