Gelombang Panas Kanada Sebabkan 90 Persen Desa Lytton Kebakaran

Kompas.com - 02/07/2021, 15:05 WIB
Kebakaran. ThinkstockKebakaran.

OTTAWA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan mengakibatkan 90 persen desa di Kanada hangus di tengah gelombang panas yang mematikan.

Anggota parlemen Kanada, Brad Vis mengatakan kebakaran telah mengakibatkan kerusakan parah pada desa di Lytton, provinsi British Columbia, Kanada.

Jan Polderman, wali kota Lytton mengatakan kepada BBC bahwa ia "beruntung dapat keluar menyelamatkan diri".

Baca juga: Gelombang Panas Kanada Tewaskan Hampir 500 Orang dalam 5 Hari

"Tidak banyak yang tersisa di Lytton," ujar Polderman, seperti yang dilansir dari BBC pada Jumat (2/7/2021).

"Api ada di mana-mana," ungkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polderman menyatakan dalam program Newshour BBC bahwa desanya ditelan "kobaran api".

Dia mengatakan bahwa api telah menyebar di seluruh desa hanya dalam waktu 15 menit, setelah ia memerintakan para warga untuk mengevakuasi diri.

Pada pekan ini, desa di Lytton telah mengalami suhu tertinggi di Kanada, yaitu 48,6 Celcius.

Suhu tinggi yang tidak normal telah dicatat di beberapa kawasan Amerika Utara.

Baca juga: UPDATE: Korban Tewas Terkait Gelombang Panas Kanada Capai 230 Orang

British Columbia, di Kanada barat mencatat gelombang panas selama 5 hari mengakibatkan 486 kematian, jauh meningkat dibanding rata-rata 165 pada waktu normal.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Jadi Batal, AS Siapkan Rp 14,2 Triliun untuk Pasok Iron Dome ke Israel

Tak Jadi Batal, AS Siapkan Rp 14,2 Triliun untuk Pasok Iron Dome ke Israel

Global
POPULER GLOBAL: Kontroversi Bokong Atlet Putri Disorot Saat Tanding | Lituania Tolak HP China

POPULER GLOBAL: Kontroversi Bokong Atlet Putri Disorot Saat Tanding | Lituania Tolak HP China

Global
Seorang Remaja Wanita Diduga Dibunuh Pamannya karena Tidak Mau Dijodohkan

Seorang Remaja Wanita Diduga Dibunuh Pamannya karena Tidak Mau Dijodohkan

Global
Kisah Misteri “Torso Adam”, Kasus Ritual Brutal yang Sisakan Potongan Jasad di Sungai Thames

Kisah Misteri “Torso Adam”, Kasus Ritual Brutal yang Sisakan Potongan Jasad di Sungai Thames

Global
Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Global
Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Global
Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Global
Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Global
Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, 'Moderna' Jadi 'Maderna'

Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, "Moderna" Jadi "Maderna"

Global
Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Global
Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Global
Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Global
Pemimpin Militer Sudan Tuduh Politisi Sipil Pancing Kudeta

Pemimpin Militer Sudan Tuduh Politisi Sipil Pancing Kudeta

Global
Konten Penyiksaan Hewan di Indonesia Terbanyak Sedunia, Bisakah Kasus Kucing Tayo Mengakhirinya?

Konten Penyiksaan Hewan di Indonesia Terbanyak Sedunia, Bisakah Kasus Kucing Tayo Mengakhirinya?

Global
Bendungan Raksasa Ethiopia, Seluk Beluk dan Kontroversinya

Bendungan Raksasa Ethiopia, Seluk Beluk dan Kontroversinya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.