Laporkan Dugaan Korupsi Vaksin Covid-19, Saksi Kenakan Rompi Anti-Peluru Saat Sidang Senat Brasil

Kompas.com - 27/06/2021, 21:36 WIB
Seorang gadis menunjuk mural yang menampilkan wajah Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat memprotes penanganannya terhadap pandemi Covid-19 di sepanjang Paulista Avenue, di Sao Paulo, Brasil, Sabtu, 19 Juni 2021. AP PHOTO/MARCELO CHELLOSeorang gadis menunjuk mural yang menampilkan wajah Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat memprotes penanganannya terhadap pandemi Covid-19 di sepanjang Paulista Avenue, di Sao Paulo, Brasil, Sabtu, 19 Juni 2021.

BRASILIA, KOMPAS.com - Seorang anggota kongres Brasil, yang telah mengadukan pelanggaran kontrak vaksin Covid-19 Brasil, mengenakan rompi anti-peluru untuk keselamatannya saat menghadiri penyelidikan komisi Senat pada Jumat (25/6/2021).

Anggota Kongres Luis Miranda dan saudaranya Luis Ricardo Miranda, pelapor di Kementerian Kesehatan Brasil mengajukan kecurigaan tentang kesepakatan vaksin dengan Bharat Biotech India.

Baca juga: Wabah Covid-19 Menunjukkan Percepatan Infeksi di Brasil, Satu Hari 115.228 Kasus Baru

Dia adalah saksi kunci dalam sidang yang berlangsung pada Jumat (26/6/2021), atas pelanggaran kontrak vaksin Covid-19 senilai 323 juta dollar AS (Rp 4,7 triliun) yang ditandatangani oleh pemerintah Brasil.

Parlemen “Negeri Samba” tengah menyelidiki penanganan pemerintah terhadap pandemi virus corona, yang telah menewaskan lebih dari setengah juta orang di Brasil.

Diduga, ada yang sengaja menunda pengamanan vaksin untuk memerangi Covid-19.

Presiden sayap kanan Brasil Jair Bolsonaro, berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk menjelaskan kesepakatan dengan Bharat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan pada Jumat (25/6/2021) bahwa tidak ada penyimpangan dalam kontrak untuk suntikan Covaxin pembuat obat India itu.

"Tidak ada yang salah dengan kontrak Covaxin, tidak ada harga yang berlebihan," katanya pada konferensi pers di pedalaman Sao Paulo.

Presiden, yang terpilih dengan platform anti-korupsi ini, menambahkan bahwa musuh-musuhnya berusaha menodai pemerintahannya dengan tuduhan korupsi yang tidak berdasar.

"Saya tidak dapat disogok," katanya melansir Reuters.

Baca juga: Korban Meninggal Covid-19 Capai 500.000 Orang, Presiden Brasil Dituntut Mundur

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Facebook Dikabarkan Berencana Ganti Nama

Facebook Dikabarkan Berencana Ganti Nama

Global
Jelang COP26, Deklarasi Darurat Iklim Harus Digencarkan

Jelang COP26, Deklarasi Darurat Iklim Harus Digencarkan

Global
Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Tak Bisa Dihindari, Kecuali...

Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Tak Bisa Dihindari, Kecuali...

Global
'Di-cas' saat Kelas Online, Ponsel Meledak dan Bunuh Seorang Bocah

"Di-cas" saat Kelas Online, Ponsel Meledak dan Bunuh Seorang Bocah

Global
Misterius, Mobil Van Terdampar di Atap Halte Bus

Misterius, Mobil Van Terdampar di Atap Halte Bus

Global
Geng Haiti Minta Tebusan Rp 14,1 Miliar Per Orang untuk 17 Misionaris yang Diculik

Geng Haiti Minta Tebusan Rp 14,1 Miliar Per Orang untuk 17 Misionaris yang Diculik

Global
Seorang Wanita Diperkosa di Kereta di AS, Penumpang Malah Merekam

Seorang Wanita Diperkosa di Kereta di AS, Penumpang Malah Merekam

Global
Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

Global
POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

Global
Kemenlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Kemenlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Global
Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Global
Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.