Kompas.com - 24/06/2021, 17:31 WIB
Seorang pekerja kesehatan India dengan berpakaian pelindung lengkap melakukan tes usap (swab) Covid-19 kepada warga Desa Burha Mayong, Assam, India, pada 22 Mei 2021. AP PHOTO/Anupam NathSeorang pekerja kesehatan India dengan berpakaian pelindung lengkap melakukan tes usap (swab) Covid-19 kepada warga Desa Burha Mayong, Assam, India, pada 22 Mei 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - India mulai membuka kegiatan normal setelah lockdown dilakukan selama gelombang kedua Covid-19 yang parah pada April dan Mei.

Namun, para ahli kesehatan mempertanyakan kesiapan dari pemerintah negara bagian India untuk membuka kegiatan normal, karena diperkirakan gelombang ketiga Covid-19 dapat terjadi dalam 12-16 pekan lagi.

Selain itu, ada kekhawatiran tentang varian Delta plus yang banyak dibicarakan dapat melemahkan penggunaan vaksin Covid-19.

Delta plus terkait dengan varian Delta, yang diidentifikasi sebagai penyebab terjadinya gelombang kedua Covid-19 di India.

Namun, seberapa besar potensi bahaya gelombang ketiga Covid-19 di India?

Baca juga: Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Protokol kesehatan Covid-19

Jumlah rata-rata kasus harian Covid-19 di India telah turun menjadi lebih dari 50.000 dalam beberapa hari terakhir, turun dari puncak 400.000 pada Mei. Penurunan jumlah sebagian besar disebabkan oleh lockdown ketat oleh negara bagian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerumunan di pasar, demonstrasi pemilu, dan festival keagamaan, disebut juga sebagai pemicu terjadinya gelombang kedua Covid-19.

Keputusan kebijakan yang buruk, pengawasan yang buruk, dan mengabaikan peringatan dini adalah beberapa alasan lainnya dari krisis kesehatan itu terjadi.

Para ahli mengatakan, jika kesalahan yang sama terulang, itu bisa mempercepat gelombang ketiga.

Dr Chandrakant Lahariya, pakar kebijakan publik dan sistem kesehatan mengatakan, India sekali lagi berada pada fase yang sulit dan bagaimana orang berperilaku akan sangat menentukan nasib gelombang Covid-19 berikutnya.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X