Kompas.com - 21/06/2021, 17:14 WIB
Pemandangan udara ini menunjukkan laboratorium P4 (tengah) di kampus Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 13 Mei 2020. AFP PHOTO/HECTOR RETAMALPemandangan udara ini menunjukkan laboratorium P4 (tengah) di kampus Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China pada 13 Mei 2020.

 BEIJING, KOMPAS.com - Institut Virologi Wuhan (WIV) telah terdaftar sebagai salah satu kandidat untuk Penghargaan Prestasi Luar Biasa Sains dan Teknologi, atas penelitian Covid-19-nya.

Pencalonan kandidat yang diajukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China 2021 itu muncul, ketika teori asal usul Covid-19 menyorot kemungkinan kebocoran laboratorium, terus mendapatkan daya tarik utamanya di Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya teori itu pernah secara luas dianggap sebagai konspirasi kontroversial.

Baca juga: Peneliti di Lab Wuhan Membantah Covid-19 Bocor dari Tempatnya

Pada tahap awal pandemi Covid-19, pihak berwenang China mengaitkan kasus pertama virus dengan pasar di Wuhan. Teori yang berkembang adalah wabah itu disebabkan oleh virus yang berpindah dari hewan ke manusia.

Tetapi sekarang, pejabat AS telah menyarankan bahwa mungkin ada bukti bahwa virus itu secara tidak sengaja bocor dari laboratorium China.

China telah membantah keras klaim tersebut, membela laboratorium, dan menuduh media Barat menyebarkan desas-desus dan terlibat dalam kampanye kotor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu pada Jumat (18/6/2021), Akademi Ilmu Pengetahuan China menerbitkan daftar kandidat untuk penghargaan pencapaian luar biasa tahunannya, termasuk laboratorium Wuhan.

Penghargaan ini sering diberikan kepada para peneliti yang telah "menunjukkan prestasi yang signifikan dalam lima tahun terakhir," menurut Global Times, sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah China.

Direktur Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan WIV, Shi Zhengli dan Yuan Zhiming, juga terpilih sebagai kontributor luar biasa di antara anggota lembaga penelitian.

WIV mengidentifikasi patogen Covid-19 dan menyelesaikan pengurutan dan isolasi genom virus pada waktu yang tepat, serta menentukan bahwa virus "berbagi reseptor fungsional yang sama dengan virus SARS," menurut akademi tersebut melansir Newsweek pada Senin (21/6/2021).

Baca juga: Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Global
Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Berapa Lama Litium akan Habis?

Internasional
komentar
Close Ads X