Kompas.com - 21/06/2021, 15:36 WIB
Perdana Menteri Israel yang baru, Naftali Bennett, saat memimpin rapat kabinet pertama di Yerusalem, Minggu (13/6/2021). Parlemen Israel sepakat memilih koalisi baru yang mengakhiri 12 tahun kepemimpinan Benjamin Netanyahu, PM Israel terlama sepanjang sejarah. Bennett sendiri adalah mantan sekutu Netanyahu. AP PHOTO/ARIEL SCHALITPerdana Menteri Israel yang baru, Naftali Bennett, saat memimpin rapat kabinet pertama di Yerusalem, Minggu (13/6/2021). Parlemen Israel sepakat memilih koalisi baru yang mengakhiri 12 tahun kepemimpinan Benjamin Netanyahu, PM Israel terlama sepanjang sejarah. Bennett sendiri adalah mantan sekutu Netanyahu.

TEL AVIV, KOMPAS.com – Israel meminta Amerika Serikat (AS) dan negara-negara yang berusaha menghidupkan kembali perjanjian nuklir dengan Iran untuk "bangun".

Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sebagaimana dilansir New York Post, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Sama-sama Punya Pemimpin Baru, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Iran-Israel

Komentar tersebut dilontarkan Bennett setelah Ebrahim Raisi dinyatakan memenangi pemilihan presiden (pilpres) Iran.

Bennett mengeklaim, Raisi yang merupakan anak didik Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akan membentuk rezim yang brutal.

“Kemenangan Raisi, menurut saya, adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangun sebelum kembali ke perjanjian nuklir, dan memahami dengan siapa mereka berurusan,” kata Bennett.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Israel Akhirnya Buka Ekspor Terbatas untuk Produk Pertanian dari Jalur Gaza

Bennett sendiri adalah Perdana Menteri Israel yang baru dilantik pada 13 Juni, menggantikan Benjamin Netanyahu.

“Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal. Posisi Israel tidak akan berubah dalam hal ini,” kata Bennett.

Bennett sepakat dengan pandangan Netanyahu bahwa AS seharusnya tidak bergabung kembali ke perjanjian nuklir yang disepakati pada 2015 antara Iran dengan kekuatan dunia lain.

Baca juga: Iran Punya Presiden Baru, PM Israel: Kans Terakhir Bahas Kesepakatan Nuklir

Pada 2019, “Negeri Paman Sam” yang kala itu dipimpin oleh Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Kini, Presiden AS Joe Biden ingin memulai kembali negosiasi dengan Iran tentang kesepakatan nuklir Iran.

Pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir sudah dimulai dengan negara-negara yang masih berpartisipasi dalam perjanjian yakni Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman.

Baca juga: Sudah Lengser, Netanyahu Masih Tinggal di Rumah Dinas PM Israel


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Batu-batu Raksasa Berjatuhan dari Puncak Bukit India, Sembilan Wisatawan Tewas

Global
komentar
Close Ads X