Kompas.com - 19/06/2021, 15:47 WIB
Ilustrasi cuaca panas AntonioGuillemIlustrasi cuaca panas

BOSTON, KOMPAS.com - Seorang profesor di Boston, AS, baru-baru ini merancang apa yang disebut sebagai "kertas pendingin" untuk mengontrol suhu dalam ruangan. Kertas ini diklaim bisa menggantikan fungsi AC.

Kertas khusus ini bisa memantulkan panas dari atap, bahkan menyedot panas dari rumah dan bangunan.

Ini bisa menggantikan peran pendingin udara atau AC, yang dampaknya secara lingkungan amat negatif. Di AS, pemakaian AC diperkirakan mengeluarkan sekitar 117 juta ton karbon dioksida setiap tahunnya.

Baca juga: Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Yi Zheng, sang penemu, adalah profesor teknik mesin dan industri di Universitas Northeastern.

Menurut blog Universitas Northeastern yang dikutipThe Hill, kertas penyerap panas temuan profesor Yi Zheng 100 persen bisa didaur ulang.

"Membuat rumah dan bangunan tetap dingin dengan sendirinya, tanpa memerlukan listrik," tulisnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kertas ini juga diklaim bisa mendinginkan suhu ruangan sebanyak 10 derajat Fahrenheit, dan menghemat bengkaknya pengeluaran akibat pemakaian listrik.

Di AS, tiga perempat dari semua rumah memiliki AC, yang menggunakan sekitar 6 persen dari semua listrik yang diproduksi di AS. AC juga menghabiskan biaya sekitar 29 miliar dollar AS per tahun untuk pemilik rumah.

Baca juga: 5 Cara Menghemat Listrik, Bisa Bantu Kurangi Pemanasan Global

Penemuan revolusioner Zheng ini bekerja melalui "struktur mikro berpori dari serat alami" di dalam kertas pendingin. Hal ini bisa menyerap kehangatan dan memancarkannya kembali dari bangunan.

Kertas pendingin ini terbuat dari kertas biasa, tapi bahan berwarna terang mengandung "nano".

Halaman:

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Global
Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Global
UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

Global
Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Global
Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Global
Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Global
Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Global
Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Global
Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Global
Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Global
Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Global
Peneliti Ingin Temukan Motif Kejadian Langka Simpanse Bunuh Gorila

Peneliti Ingin Temukan Motif Kejadian Langka Simpanse Bunuh Gorila

Global
Studi Terbaru: Minum Kopi Terlalu Banyak Tingkatkan Risiko Demensia

Studi Terbaru: Minum Kopi Terlalu Banyak Tingkatkan Risiko Demensia

Global
China Balas Jatuhkan Sanksi ke Pejabat dan Entitas AS

China Balas Jatuhkan Sanksi ke Pejabat dan Entitas AS

Global
Jaringan TV Korea Selatan Minta Maaf Setelah Pakai Ikon dan Keterangan Tak Pantas dalam Olimpiade Tokyo 2020

Jaringan TV Korea Selatan Minta Maaf Setelah Pakai Ikon dan Keterangan Tak Pantas dalam Olimpiade Tokyo 2020

Global
komentar
Close Ads X