Kompas.com - 16/06/2021, 18:49 WIB
Foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, nampak Pemimpin Kim Jong Un berpidato dalam pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang, pada 15 Juni 2021. Kim memperingatkan adanya kemungkinan kekurangan pangan dan menyerukan supaya warga bersiap dengan perpanjangan aturan penanganan Covid-19. Korean Central News Agency/Korea News Service via APFoto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, nampak Pemimpin Kim Jong Un berpidato dalam pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang, pada 15 Juni 2021. Kim memperingatkan adanya kemungkinan kekurangan pangan dan menyerukan supaya warga bersiap dengan perpanjangan aturan penanganan Covid-19.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuka rapat penting Partai Buruh Korea dengan beragam isu yang menjadi perhatiannya.

Menurut media pemerintah, pertemuan itu untuk membahas "situasi dunia terkini", kekurangan pangan, maupun upaya menangani Covid-19.

KCNA melaporkan, pertemuan di aula Komisi Sentral digelar untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tertunda.

Baca juga: Kim Jong Un Akui Kondisi Pangan Korea Utara Sedang Menegangkan

"Pertemuan ini penting demi meningkatkan ekonomi, kehidupan masyarakat, dan memutuskan isu di tengah kondisi mengerikan," kata KCNA.

Dalam agenda tersebut, Kim Jong Un mengatakan situasi pangan di Korea Utara kini semakin mengkhawatirkan.

Dilansir Yonhap Rabu (16/6/2021), sektor pertanian gagal memenuhi target panen karena badai pada tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beliau menekankan rapat besar ini diperlukan untuk membuat solusi secara positif," demikian laporan KCNA.

Kim juga meminta gugus tugas Korea Utara untuk mempertahankan kinerja bagus mereka menangani pandemi Covid-19.

Mereka diminta untuk membuat ekonomi yang menjadi acuan untuk mengatasi situasi tak menguntungkan karena wabah.

Kim juga menyebut pertemuan tersebut untuk membahas "situasi dunia terkini dan bagaimana cara mereka menyikapinya".

Pemimpin generasi ketiga Dinasti Kim itu tak menyebut apakah Amerika Serikat (AS) ataukah tetangganya, Korea Selatan.

Pertemuan ketiga dalam tahun ini menjadi perhatian karena Pyongyang mengungkap kebijakannya kepada AS maupun Korea Selatan.

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korsel Moon Jae-in sepakat untuk mengejar langkah diplomasi demi terciptanya denuklirisasi Semenanjung Korea.

Baca juga: Kim Jong Un Sebut K-Pop sebagai Kanker Ganas yang Menggerogoti Negaranya


Sumber Yonhap
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Ganda Putri China yang Dikalahkan Greysia-Apriyani Sempat Meyumpahi Pemain Korea Selatan

Global
Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, 'Si Anak Menteng' yang Jadi Presiden AS ke-44

Ulang Tahun ke-60, Inilah Kisah Barack Obama, "Si Anak Menteng" yang Jadi Presiden AS ke-44

Global
Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Kelompok Bersenjata Serang Rumah Menhan Afghanistan, 4 Orang Tewas

Global
4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

4 Agustus dalam Sejarah: Inggris Deklarasikan Perang Lawan Jerman pada 1914

Global
Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Tentara Afghanistan dan Taliban Bertempur Sengit, Warga Lashkar Gah Terjebak

Global
Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Gertak Rusia dan China, AS Gelar Latihan Militer Terbesar dalam 40 Tahun

Global
UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

UMNO Tarik Dukungan, PM Malaysia Kehilangan Suara Mayoritas

Global
Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Skotlandia akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19 Mulai 9 Agustus

Global
Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Global
Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Kena Serangan Jantung, Gadis Ini Meninggal saat Berhubungan Seks di Mobil

Global
Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Setahun Ledakan Beirut, Banyak Anak-anak Masih Trauma

Global
Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Muncul Noda Hitam di Belakang Kepala Kim Jong Un, Kadang Tertutup Plester

Global
Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Kisah Persahabatan di Olimpiade Tokyo, Atlet Inggris Rajutkan Kardigan untuk Peloncat Indah Malaysia

Global
Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Kapal Tanker Dubai Dibajak di Teluk Oman, Iran Dicurigai Pelakunya

Global
Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Foto Viral Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga, Ada Alasan Menyentuh di Baliknya

Global
komentar
Close Ads X