Kompas.com - 16/06/2021, 10:29 WIB
Dalam file foto 15 November 2020 ini yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan Politbiro Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. APDalam file foto 15 November 2020 ini yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pertemuan Politbiro Partai Buruh yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeklaim perekonomian negaranya telah membaik tahun ini.

Namun di satu sisi, dia mengaku Korea Utara tengah menghadapi kondisi yang “menegangkan” soal pangan akibat pandemi virus corona dan topan tahun lalu.

Pernyataan Kim Jong Un tersebut dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Kim Jong Un Sebut K-Pop sebagai Kanker Ganas yang Menggerogoti Negaranya

Pada Selasa (15/6/2021), Kim memimpin rapat pleno komite pusat Partai Buruh yang berkuasa untuk meninjau kemajuan atas kebijakan utama yang mereka ambil.

KCNA mewartakan, rapat tersebut juga membahas langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, pada Februari, komite pusat Partai Buruh menetapkan tujuan dan tugas guna mencapai rencana ekonomi lima tahunan mereka yang baru.

Dalam rapat pada Selasa, Kim menuturkan bahwa perekonomian Korea Utara secara keseluruhan telah meningkat pada paruh pertama tahun ini.

Baca juga: Pakar: Pandemi Covid-19 Jadi Momen Kim Jong Un Perkuat Kesetiaan Rezim


Dia menambahkan, total produksi dari sektor industri tumbuh sebesar 25 persen pada periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Namun, Kim menambahkan ada beberapa penyimpangan dari upaya Partai Buruh melaksanakan rencana lima tahunannya yang disebabkan sejumlah kendala.

Dia lantas menyoroti persediaan makanan yang terbatas sebagaimana diwartakan KCNA dan dilansir Reuters.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X