Kompas.com - 13/06/2021, 11:46 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada Parlemen Israel di Yerusalem, Minggu, 30 Mei 2021. AP PHOTO/YONATAN SINDELPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada Parlemen Israel di Yerusalem, Minggu, 30 Mei 2021.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Parlemen Israel diperkirakan menyetujui pembentukan pemerintahan baru untuk mengakhiri 12 tahun pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pemerintahan baru, sebuah koalisi partai yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah mendominasi suara dengan selisih tipis.

Koalisi partai itu akan mengakhiri lebih dari 2 tahun kelumpuhan politik negara, di mana 3 kali pemilu tidak menghasilkan perubahan.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, Nasib PM Israel Benjamin Netanyahu Ditentukan

Melansir BBC pada Minggu (13/6/2021), nasionalis sayap kanan Naftali Bennett siap untuk merebut posisi Perdana Menteri dengan kesepakatan berbagai kekuasaan bersama seorang pemimpin sentris.

Di bawah perjanjian koalisi, Bennett, yang mengepalai Partai Yamina, akan menjabat hingga September 2023.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, ia akan menyerahkan kepemipinan kepada Yair Lapid, pemimpin Yesh Atid untuk 2 tahun lagi.

Netanyahu, pemimpin terlama Israel, yang telah mendominasi politik selama bertahun-tahun, akan tetap menjadi kepala partai sayap kanan, Likud, dan menjadi pemimpin oposisi.

Dia sejauh ini terus mencerca melawan pemerintahan baru, menyebutnya sebagai "koalisi penipu dan berbahaya". Ia juga telah bersumpah untuk "menggulingkannya dengan cepat".

Sementara itu, persidangan Netanyahu atas tuduhan suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan, masih terus berlanjut, meski ia telah beberapa kali membantahnya.

Baca juga: Blok Anti-Netanyahu Dijegal Parlemen, Gejolak Politik Israel Berlanjut

Oposisi terhadap Netanyahu yang tetap berkuasa telah tumbuh, tidak hanya di antara sayap kiri dan tengah. Namun, juga di antara partai-partai sayap kanan yang biasanya secara ideologis bersekutu dengan Likud, seperti Yamina.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Mengantuk, Pria Ini Telan Sikat Gigi di Pagi Hari

Global
Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Tersandung Pelecehan Seksual, Gubernur New York Diminta Mundur oleh Biden

Global
Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Sejumlah Atlet Australia Menghancurkan Kasur Kardus di Olympic Village Sebelum Pulang

Global
Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Gubernur New York Andrew Cuomo Terbukti Lecehkan 11 Perempuan

Global
Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera

Momen Dua Sahabat Sepakat Berbagi Emas Olimpiade dan Cerita Kebangkitan dari Cedera

Global
POPULER GLOBAL: Momen Haru Qatar dan Italia Berbagi Medali Emas | Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

POPULER GLOBAL: Momen Haru Qatar dan Italia Berbagi Medali Emas | Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Global
Hari Ke-7 Kebakaran Hutan Turki, Pembangkit Listrik Terancam Kobaran Api Tak Terkendali

Hari Ke-7 Kebakaran Hutan Turki, Pembangkit Listrik Terancam Kobaran Api Tak Terkendali

Global
Usaha Daging Wagyu di Australia Bangkit Cepat dari Pandemi Covid-19

Usaha Daging Wagyu di Australia Bangkit Cepat dari Pandemi Covid-19

Global
Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

Lengser sebagai Presiden Iran, Hassan Rouhani Mengaku Pemerintah Tak Selalu Jujur

Global
Sejumlah Orang Anti-vaksin Covid-19 telah Berubah Pikiran, Ini Alasannya...

Sejumlah Orang Anti-vaksin Covid-19 telah Berubah Pikiran, Ini Alasannya...

Global
Covid-19 Kembali ke Wuhan, Warga Pun 'Panic Buying'

Covid-19 Kembali ke Wuhan, Warga Pun "Panic Buying"

Global
Jenazah yang Dibedah Ternyata Temannya, Mahasiswa Kedokteran Ini Menangis

Jenazah yang Dibedah Ternyata Temannya, Mahasiswa Kedokteran Ini Menangis

Global
Ledakan Beirut Rusak Hajatannya, Dokter Ini Enggan Pasang Foto 'Menyakitkan'

Ledakan Beirut Rusak Hajatannya, Dokter Ini Enggan Pasang Foto "Menyakitkan"

Global
Jepang Mulai Permalukan Warganya di Depan Umum terkait Pelanggaran Covid-19

Jepang Mulai Permalukan Warganya di Depan Umum terkait Pelanggaran Covid-19

Global
Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Heiden, Desa Swiss yang Menjadi Kelahiran Penjajah Indonesia

Global
komentar
Close Ads X