Kompas.com - 18/05/2021, 07:38 WIB
Pengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021). APPengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021).

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pengamat independen menyatakan, tidak ada dugaan pelanggaran dalam pemilu yang digelar pada 2020 di Myanmar.

Pernyataan ini muncul tiga bulan sejak junta militer melakukan kudeta, dan menyebabkan negara itu berada dalam krisis.

Junta mengeklaim mereka mengudeta karena adanya pelanggaran berat dalam pemilihan, namun tidak menyertakan bukti apa pun.

Baca juga: AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

The Asian Network for Free Elections menekankan, hasil dari pemilu mencerminkan suara mayoritas rakyat Myanmar.

Pemilihan pada November 2020 itu dimenangkan Liga Nasional untuk Demokrasi (LND), yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi dan sejumlah petinggi LND ditahan dalam kudeta 1 Februari, dan sejak saat itu hanya dihadirkan lewat video.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pengamat pemilu menyatakan, klaim junta militer untuk mengabaikan hasil pemilihan harusnya sudah tidak bisa lagi dipertahankan.

Tatmadaw, nama resmi junta, belum merespons laporan pengamat, dan menjanjikan pemilu baru dalam dua tahun ke depan.

Dilansir BBC Senin (17/5/2021), The Asian Network for Free Elections sudah mengamati 400 pos pemungutan suara di Burma (nama lama Myanmar).

Mereka mengakui terdapat kejanggalan selama pemungutan, namun mereka menyebut fenomena itu disebabkan Covid-19 dan konflik yang terjadi.

Mereka menuturkan keganjilan tersebut menunjukkan, pemilu 2020 tidak sebebas dan seadil edisi 2015.

Meski begitu dalam laporannya, hasil tersebut menunjukkan suara rakyat dan memperlihatkan demokrasi di sana makin berkembang.

"Di tengah terjangan virus corona, 27,5 juta orang datang memilih berkat kerja keras staf pemilu hingga tenaga kesehatan. Suara mereka tak boleh dibungkam," ulas laporan itu.

Baca juga: Perang Sipil dan Militer Myanmar Pecah di Mindat, Total 750 Tewas Sejak Kudeta


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi, 4 Orang Pernah Dapat Pelatihan Paramiliter di AS

Global
AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

AS Dibayangi Varian Delta yang Dominasi Kasus Covid-19

Global
Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Kepala Delegasi Indonesia untuk G20 Italia Positif Covid-19, 6 Orang Diisolasi

Global
Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Kapal Perusak AS Berlayar di Selat Taiwan, Sepekan Setelah China Kirim Pesawat Militer

Global
PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

PBB: 50 dari 370 Distrik Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

Global
Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Dituduh Sebarkan Disinformasi, AS Blokir 36 Situs Web Iran

Global
Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Portugal Khawatir Gelombang Keempat Covid-19 akibat Virus Corona Varian Delta

Global
Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Terungkap, 881 Staf Paspampres AS Positif Covid-19 dalam Setahun

Global
POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

POPULER GLOBAL: Biden Umumkan Penerima Vaksin Covid-19, Termasuk Indonesia | Wanita Kebanjiran Paket Misterius

Global
Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Global
Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Ada Wabah Tikus di Australia, Ratusan Tahanan Dievakuasi dari Penjara

Global
Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Stres karena Di-PHK, Suami Kurung Istri dan 2 Anaknya di Rumah

Global
Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Kartu Kekebalan Hongaria: Dianggap Prestasi Sekaligus Diskriminasi

Global
UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

UU Terbaru Texas Berusaha Atasi Klaim Pelecehan Seksual Anak Palsu

Global
Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Profil Rodrigo Duterte, dari Wali Kota Terlama Jadi Presiden Filipina

Global
komentar
Close Ads X