AS Kembali Bekukan Aset 13 Pejabat Militer Myanmar Melalui Sanksi Pemerintah

Kompas.com - 18/05/2021, 06:42 WIB
Pengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021. APPengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tiga belas anggota senior militer Myanmar dimasukkan dalam daftar hitam keuangan oleh AS pada Senin (17/5/2021).

Kebijakan itu dilakukan terkait dengan tindakan brutal mereka terhadap warga sipil Myanmar, setelah kudeta Februari negara itu.

Baca juga: Perang Sipil dan Militer Myanmar Pecah di Mindat, Total 750 Tewas Sejak Kudeta

Newsweek melaporkan, bahwa Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS mengumumkan secara total, mereka menjatuhkan sanksi pada total 16 orang.

Tetapi, tiga di antara orang tersebut dalah anak-anak dewasa dari tiga pejabat militer senior yang sebelumnya sudah mendapat sanksi oleh AS.

Dewan Administrasi Negara Myanmar yang baru dibentuk juga berada di bawah sanksi.

Sanksi ini secara otomatis membekukan aset dari senior militer Myanmar yang masuk dalam yurisdiksi AS. Mereka juga dilarang berada melakukan transaksi keuangan dengan pihak terdaftar dalam yurisdiksi AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tiga belas anggota senior dalam daftar itu adalah bagian dari upaya militer untuk menekan oposisi, yang telah menewaskan ratusan orang, termasuk anak-anak, sejak Februari.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa sanksi baru dijatuhkan kepada militer Myanmar bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap warga sipil.

Sanksi ditujukan kepada Dewan Administrasi Negara (Myanmar), yang telah dibentuk oleh angkatan bersenjata, "untuk mendukung penggulingan kekuasaan yang melanggar hukum dari pemerintah sipil yang dipilih secara demokratis."

Di dalamnya termasuk empat anggota dewan serta anggota senior junta militer, gubernur bank sentral, da menteri kerja sama internasional dan menteri perdagangan.

Baca juga: Kontestan Miss Universe dari Myanmar: Rakyat Kami Ditembak Militer Setiap Hari

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X