Perang Sipil dan Militer Myanmar Pecah di Mindat, Total 750 Tewas Sejak Kudeta

Kompas.com - 17/05/2021, 12:10 WIB
Pengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021). APPengunjuk rasa anti kudeta mengibarkan bendera partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat (14/5/2021).

BANGKOK, KOMPAS.com - Militer Myanmar dilaporkan melancarkan serangan sengit di kota Mindat, negara bagian Chin barat Myanmar.

Sebelumnya junta yang berkuasa telah mengumumkan darurat militer, karena perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan militer di kota tersebut.

Baca juga: Kontestan Miss Universe dari Myanmar: Rakyat Kami Ditembak Militer Setiap Hari

AP melaporkan, pertempuran itu dimulai sekitar pukul 6 Sabtu pagi (15/5/2021), ketika pasukan pemerintah yang diperkuat oleh helikopter mulai menembaki bagian barat kota Mindat.

Serangan tersebut menghancurkan beberapa rumah, menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Chinland. Ini adalah kelompok milisi yang dibentuk secara lokal, untuk menentang kudeta Februari yang menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi.

Helikopter juga mengambil bagian dalam serangan itu, menurut juru bicara yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan.

"Kota Mindat sekarang dikepung dan bersiap untuk serangan habis-habisan oleh pasukan junta dari udara dan darat," kata sebuah pernyataan dari Organisasi Hak Asasi Manusia Chin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Persatuan Nasional bayangan, yang dibentuk oleh anggota parlemen yang diblokir oleh tentara untuk mengambil kursi mereka di Parlemen, memperingatkan bahwa “dalam 48 jam selanjutnya, Mindat berpotensi menjadi medan pertempuran dan ribuan orang menghadapi bahaya pengungsian.”

“Banyak yang telah meninggalkan kota berpenduduk sekitar 50.000 orang itu,” kata seorang penduduk yang dihubungi melalui telepon yang juga melarikan diri.

Administrasi Rakyat Kotapraja Mindat, kelompok oposisi lainnya, mengklaim bahwa 15 pemuda telah ditangkap oleh pasukan pemerintah, dan digunakan sebagai tameng manusia.

Dikatakan sedikitnya lima pembela kota itu tewas dalam bentrokan, dan kurang lebih 10 lainnya cedera.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X